Isu reformasi lembaga imigrasi, ICE, kini jadi sorotan. Tuntutan agar agensi itu dibenahi terdengar kencang.
Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries pada Jumat kemarin menyatakan, pihaknya akan mengevaluasi paket dari Senat. “Kami akan lihat dulu manfaatnya, baru tentukan langkah legislatif selanjutnya,” ujarnya.
“Pemerintahan Trump harus punya peta jalan yang jelas untuk mereformasi ICE dan lembaga DHS lain. Rakyat Amerika sudah tahu, lembaga-lembaga ini sering bertindak di luar hukum dan semaunya sendiri.”
“Demi kepentingan negara, reformasi ini harus dilakukan sebelum Kongres bersidang kembali Senin malam dan RUU dibawa ke sidang DPR,” tegas Jeffries dalam pernyataannya.
Sementara itu, di kantor-kantor pemerintah, persiapan menghadapi shutdown sudah dimulai. Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran memerintahkan sejumlah departemen untuk bersiap. Daftarnya panjang: Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri, Luar Negeri, Keuangan, Tenaga Kerja, Kesehatan, Pendidikan, Transportasi, hingga Perumahan. Mereka harus menyiapkan prosedur penutupan karena dana mereka habis tepat tengah malam.
Nah, sekarang semua mata tertuju ke Senin. Apakah DPR bisa segera memutuskan dan mengakhiri kebuntuan ini? Atau jangan-jangan kita akan menyaksikan drama politik baru yang lebih berlarut-larut. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Eńau dan Ari Lesmana Rangkul Duka dalam Sesi Potret
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus
Meikarta Mulai Garap 141.000 Unit Rusun Subsidi, Lahan Dinyatakan Clean and Clear