Jetty Indramayu: Gerbang Rahasia yang Menyalurkan Energi ke Jantung Jawa

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:45 WIB
Jetty Indramayu: Gerbang Rahasia yang Menyalurkan Energi ke Jantung Jawa

Fakta menariknya, sekitar 82 persen produksinya disalurkan untuk Jakarta dan Jawa Barat. Selebihnya untuk daerah lain plus ekspor Decant Oil. Inilah yang membuat kilang ini dijuluki jantung pengolahan untuk wilayah Jawa bagian Barat.

Namun begitu, operasinya tidak hanya bergantung pada fasilitas di darat. Di laut lepas sekitar 18 kilometer dari pantai, terdapat fasilitas bernama Single Point Mooring (SPM). Titik sandar khusus ini menjadi tempat bersandarnya kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah.

Ada tiga SPM dengan kapasitas berbeda, yang paling besar mampu melayani kapal berukuran hingga 165.000 DWT atau bermuatan sekitar satu juta barel. Fasilitas inilah yang menjadi tulang punggung pasokan bahan baku bagi Kilang Balongan.

Tentu, tantangannya tidak kecil. Cuaca dan gelombang laut kerap jadi faktor penentu. Untuk mengantisipasinya, setiap pergerakan kapal dipantau ketat via GPS. Tujuannya jelas: meminimalkan risiko keterlambatan dan memastikan ketepatan waktu.

Di sisi lain, nilai strategis Kilang Balongan semakin kuat karena kedekatannya dengan fasilitas Pertamina lainnya. Seperti diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, lokasinya berdekatan dengan lapangan migas Pertamina EP dan PHE ONWJ yang menyuplai bahan baku.

Lalu, ada juga konsumen hasil olahannya seperti PT Polytama Propindo, serta Integrated Terminal Balongan yang menjadi pintu distribusi akhir ke masyarakat.

"Pertamina punya fasilitas terintegrasi, dari hulu ke hilir. Keberadaan Kilang Balongan dan jaringan pendukungnya adalah bentuk optimalisasi infrastruktur. Ini sekaligus wujud komitmen kami untuk melayani kebutuhan energi masyarakat Indonesia," kata Baron.

Jadi, begitulah kira-kira. Dari sebuah jetty di pesisir Indramayu, aliran energi terus dijaga agar tak pernah putus sampai ke pelosok negeri. Sebuah kerja besar yang nyaris tak terlihat, tetapi dampaknya dirasakan oleh jutaan orang setiap harinya.


Halaman:

Komentar