“Peminat MPV itu tidak hilang begitu saja,” ungkapnya.
“Kami tetap akan memasarkan Ertiga. Rencana untuk menyegarkan produk ini sudah ada. Berdasarkan studi kami, perlu ada penambahan atau perubahan kecil untuk merangsang pasar, agar segmen MPV yang masih ada bisa kami raih.”
Memang, portofolio Suzuki sekarang lebih berorientasi SUV. Mulai dari XL7, Fronx, Grand Vitara, si offroader tangguh Jimny, sampai city car bergaya SUV seperti Spresso. Tapi Ertiga tetap punya tempat.
Ertiga yang dijual sekarang adalah generasi kedua yang meluncur tahun 2018. Mobil ini mengusung platform HEARTECT dan ditenagai mesin K15B 1.462 cc yang dipadukan dengan teknologi mild-hybrid SHVS. Hasilnya? Tenaga sekitar 103 dk dan torsi 138 Nm, disalurkan lewat transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.
Untuk harganya, Suzuki menawarkan Ertiga dalam empat pilihan varian. Berikut daftar harganya untuk wilayah Jakarta (OTR):
GL MT: Rp 259,7 juta
GL AT: Rp 270,7 juta
GX Hybrid MT: Rp 274,9 juta
GX Hybrid AT: Rp 285,9 juta
Cruise Hybrid MT: Rp 287,8 juta
Cruise Hybrid MT 2Tone: Rp 289,8 juta
Cruise Hybrid AT: Rp 298,8 juta
Cruise Hybrid AT 2Tone: Rp 300,8 juta.
Jadi, meski arus pasar sedang mengarah ke SUV, Suzuki masih berusaha menjaga keberagaman pilihan untuk konsumennya. Mereka tak mau buru-buru mengubur sebuah segmen yang masih punya penggemar.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi