Nah, untuk mengantisipasi ini, sejumlah stimulus sudah disiapkan. Rencananya, pada Februari dan Maret 2026, akan ada pemberian diskon untuk transportasi dan tarif tol. Bantuan pangan juga akan digelontorkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari desil 1 hingga 4.
Menjelang Lebaran nanti, persiapan semakin digenjot. Program diskon transportasi mulai dari pesawat, kereta, angkutan laut, hingga darat dan tol sedang dipersiapkan. Bantuan sosial seperti beras dan minyak goreng pun tak ketinggalan.
Di sektor pangan yang harganya mudah bergejolak atau volatile food, pemerintah berupaya menjaga inflasinya di kisaran 3-5 persen. Kunci lainnya adalah koordinasi. Kolaborasi antara pusat dan daerah mutlak dijaga, terutama untuk menjamin pasokan pangan antar waktu dan wilayah.
Caranya? Meningkatkan produktivitas, mempermudah pembiayaan, dan memperlancar logistik untuk komoditas krusial. Bawang merah, bawang putih, dan tentu saja beras menjadi fokus utama.
Semua langkah ini diharapkan bisa menjadi tameng, menjaga perekonomian tetap stabil di tenga h tantangan yang mengintai di awal tahun 2026.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi