“Sepanjang 2025, perseroan tetap mampu menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika makroekonomi. Penguatan dana pihak ketiga dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan kinerja Bank ke depan,” ujar Parwati dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (30/1/2026).
Dari sisi permodalan, ada kabar baik. Tingkat kecukupan modal atau CAR mereka naik menjadi 24,5 persen, menguat dari posisi 23,6 persen di tahun sebelumnya. Ini tentu memberi ruang lebih luas untuk ekspansi bisnis ke depan.
Lalu, bagaimana dengan transformasi digital? Ternyata, di segmen ini NISP juga mencatatkan kemajuan yang impresif. Total volume transaksi digital mereka melesat 46 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna aktif internet dan mobile banking yang naik 13 persen.
Bukan hanya ritel, nasabah korporasi juga ikut bertransaksi lewat digital. Pengguna aktif OCBC Business Mobile tumbuh 19 persen. Secara keseluruhan, nilai transaksi digital mereka sepanjang tahun lalu mencapai sekitar Rp1.500 triliun angka yang fantastis dan menggambarkan pergeseran kebiasaan nasabah.
Dengan semua capaian ini, NISP tampaknya berhasil melewati tahun 2025 dengan fondasi yang kian kokoh. Mereka berhasil menyeimbangkan antara ekspansi dan manajemen risiko, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Artikel Terkait
Gelandang Persija Kritik Kondisi Lapangan JIS Usai Raih Dua Hasil Imbang
Inspirasi Ucapan Idul Fitri 2026 Jelang Perayaan 21 Maret
Trump Desak China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ancam Tunda Pertemuan dengan Xi
Warga Bekasi Jalani Puasa dengan Jadwal Imsak Berbeda antara Kabupaten dan Kota