Di sisi lain, gejolak juga dipicu oleh komentar Presiden Donald Trump. Dalam perdagangan di New York, Selasa lalu, dolar sempat terjun bebas ke level terendah tiga bulan nyaris di bawah 152,50 yen. Itu semua terjadi setelah Trump berkomentar bahwa nilai dolar “baik-baik saja”.
Komentar sang presiden itu, mau tak mau, langsung ditafsirkan banyak pelaku pasar sebagai sinyal toleransi pemerintah terhadap dolar yang lebih lemah. Tapi, dengan penegasan dari Bessent, suasana mungkin akan kembali berubah. Spekulasi memang masih ada, namun denyut pasar kini harus membaca dua suara yang berbeda dari Gedung Putih.
Nah, bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja perkembangan di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
AS Ancam Hancurkan Pulau Kharg, Iran Balas Ancaman Serang Infrastruktur Minyak Global
Kevin Diks Puji Gol Spektakuler Stöger, Monchengladbach Bangkit Usai Dihajar Bayern
Iron Dome Kewalahan, Iran Klaim Punya Cadangan Rudal untuk Dua Tahun Perang
Iran Ajukan Dua Syarat Mutlak untuk Akhiri Perang di Timur Tengah