Tak hanya itu. Wilayah Samudra Hindia selatan, membentang dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT, juga masuk dalam zona waspada tinggi. Laut Arafuru di bagian barat, tengah, dan timur pun mengalami kondisi serupa.
Dengan kondisi laut seperti ini, risiko terhadap keselamatan pelayaran jelas meningkat. BMKG pun tak main-main dengan imbauannya.
Masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku industri pelayaran, diminta untuk ekstra hati-hati. Bagi nelayan dengan perahu kecil, perlu waspada jika kecepatan angin melampaui 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang harus berhati-hati saat angin lebih dari 16 knot dan ombak di atas 1,5 meter.
Lalu, untuk kapal ferry, batasannya adalah angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter. Sementara kapal-kapal besar seperti kargo atau kapal pesiar, baru dianjurkan berhati-hati ketika kecepatan angin melebihi 27 knot dengan ketinggian gelombang lebih dari 4 meter.
Intinya, situasinya perlu diawasi ketat. Lebih baik bersiap dan berjaga-jaga daripada menyesal kemudian.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Formasi ASN 2026 dengan Mempertimbangkan Kemampuan Fiskal
Pemerintah Cairkan Bonus Atlet ASEAN Para Games 2025, Emas Perorangan Dapat Rp1 Miliar
Polres Tasikmalaya Siapkan Rest Area Terpadu dengan Klinik dan Wahana Anak untuk Pemudik
Pemudik Bisa Pantau Kondisi Jalan Tol dan Non-Tol Secara Langsung via CCTV Pemerintah