PLTS Off-Grid dan BESS: Solusi Andal untuk Industri dan Daerah Terpencil

- Kamis, 29 Januari 2026 | 08:30 WIB
PLTS Off-Grid dan BESS: Solusi Andal untuk Industri dan Daerah Terpencil

Kebutuhan energi bersih di Indonesia kian mendesak. Di sisi lain, menjaga pasokan listrik tetap andal bukan perkara mudah. Nah, di tengah situasi ini, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) makin dilirik sebagai alternatif yang menjanjikan. Berbagai konfigurasi sistem pun bermunculan, mulai dari yang terhubung ke jaringan listrik biasa hingga sistem mandiri yang dipadukan dengan baterai penyimpan energi atau BESS. Solusi ini terutama menarik bagi sektor industri dan daerah-daerah terpencil yang butuh keandalan lebih.

Sebagai pemain utama, SUN Energy fokus mengembangkan sistem PLTS yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Mereka, misalnya, gencar menawarkan PLTS off-grid yang dikawinkan dengan BESS. Teknologi kombinasi ini diklaim mampu menyediakan energi stabil sepanjang hari, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan tentu saja mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

Lalu, seperti apa sebenarnya sistem off-grid itu? Intinya, ia beroperasi mandiri, lepas dari jaringan listrik nasional. Makanya, sistem ini cocok banget untuk daerah yang sulit dijangkau atau kawasan industri yang wajib punya pasokan listrik tanpa jeda. Bayangkan lokasi pertambangan atau perkebunan di pedalaman di sinilah PLTS off-grid bisa jadi pilihan ideal.

Tapi bagaimana kalau matahari tenggelam atau cuaca mendung? Di sinilah peran BESS jadi krusial. Baterai ini menyimpan kelebihan energi di siang hari yang terik untuk kemudian digunakan saat malam atau ketika langit sedang tak bersahabat. Hasilnya, industri bisa dapat pasokan energi bersih yang stabil tanpa harus terus-terusan nyalakan genset diesel yang berisik dan boros.

Pemerintah sendiri tampaknya serius mendukung. Ada rencana investasi sekitar USD 1 miliar untuk proyek off-grid solar plus storage di wilayah terpencil dan kepulauan. Targetnya jelas: memperluas akses listrik berkelanjutan sekaligus mendorong agenda transisi energi nasional yang lebih bersih.

Efisiensi dan Peluang Besar di Sektor Industri

Tantangan energi di sektor industri kita memang nyata. Menurut kajian Institute for Essential Services Reform (IESR), potensi teknis PLTS di Indonesia luar biasa besar, bisa mencapai 3,3 hingga 20 Terawatt-peak. Sayangnya, realisasinya hingga Agustus 2024 masih jauh dari kata optimal kapasitas terpasangnya baru sekitar 718 Megawatt-peak. Artinya, peluang untuk beralih ke energi surya masih sangat terbuka lebar.


Halaman:

Komentar