"Pelajaran berharga yang dipetik dari perang 12 Hari memungkinkan kami untuk membalas dengan lebih kuat, cepat, dan dalam," katanya lagi.
Peringatan ini muncul hanya selang beberapa jam setelah Trump memposting ancamannya. Dalam unggahan itu, Trump menyebut "armada besar" sedang menuju Iran. Peralatan tempurnya, klaimnya, siap, bersedia, dan mampu bertindak dengan kecepatan serta kekuatan penuh jika diperlukan.
Intinya sama: dia mendesak Iran buru-buru kembali ke meja perundingan untuk menyepakati perjanjian nuklir.
"Waktu hampir habis, ini benar-benar penting! Seperti yang pernah saya sampaikan kepada Iran sebelumnya, buat kesepakatan,” tulis Trump.
Namun begitu, nada dari Teheran terasa jauh dari gentar. Sebaliknya, mereka justru menunjukkan kesiapan tempur yang tinggi, seolah menantang ancaman yang dilayangkan dari seberang lautan itu. Situasinya kembali memanas, dan dunia hanya bisa menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Rencana Pemotongan Gaji Pejabat Tinggi Negara
Bonus Rp365 Miliar Cair untuk Atlet Peraih Emas ASEAN Para Games
Presiden Prabowo Perintahkan KAI Tingkatkan Kenyamanan Kereta dan Stasiun
Kapolda Sumsel Perintahkan Kesiapan Penuh Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026