Di Istana Negara, Rabu siang yang cerah, Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik anggota Dewan Energi Nasional. Acara seremonial itu ternyata diikuti dengan arahan tegas. Kepada Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, Prabowo meminta impor BBM dihentikan secara bertahap. Tujuannya jelas: swasembada energi nasional.
Bahlil sendiri menyebut momen ini sebagai babak baru. Energi, katanya, kini jadi prioritas utama pembangunan. "Salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan pada akhirnya swasembada energi," ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, DEN akan menjadi instrumen kunci untuk mewujudkan ambisi itu melalui roadmap kebijakan yang dibangun bersama.
Nah, arahan presiden ternyata tidak cuma satu. Ada empat poin utama yang disampaikan. Pertama, soal menjaga kedaulatan energi tanpa campur tangan pihak asing. Kedua, memperkuat ketahanan. Ini yang menarik cadangan BBM kita saat ini cuma cukup untuk 21 hari. Angka itu dinilai terlalu rendah.
"Ketahanan energi kita hari ini sekitar 21 hari. Ini akan kita tingkatkan menjadi tiga bulan, dan itu pasti kita akan membangun storage," tegas Bahlil.
Artikel Terkait
Herdman Blusukan ke Klub, Pelatih Persija Anggap Angin Segar
Trump Ultimatum Iran: Berunding atau Hadapi Serangan Terbesar AS
Menag Tetapkan Batas Akhir: Obat dan Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal Oktober 2026
Sirine Meraung di Malam Gelap, Warga Bekasi Berhamburan Dengar Peringatan Banjir