Kolaborasi Tuntaskan Krisis Air Bersih di Kampung Tambat, Merauke

- Rabu, 28 Januari 2026 | 23:15 WIB
Kolaborasi Tuntaskan Krisis Air Bersih di Kampung Tambat, Merauke

Di ujung selatan Papua, tepatnya di Kampung Tambat, Merauke, akses untuk mendapatkan air bersih bukanlah hal sederhana. Selama ini, hampir 700 warganya bergantung pada tampungan air hujan atau sumur manual yang airnya kerap mengandung belerang. Namun, kondisi itu mulai berubah berkat sebuah kolaborasi.

Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Kementerian ESDM dan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih. Tujuannya satu: mewujudkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat di sana. Peresmiannya digelar Senin lalu, 26 Januari 2026, dan dihadiri sejumlah perwakilan SERUNI KMP.

Menurut Sri Suparni Bahlil dari SERUNI KMP, keterbatasan air bersih di kampung itu sangat terasa saat musim kemarau. “Kami mendapat informasi bahwa Kampung Tambat ini seringkali mengalami keterbatasan akses air bersih,” ujarnya.

“Dengan adanya Sumur Air Bersih ini harapannya masyarakat lebih mudah mengakses air, tidak lagi mengandalkan tampungan air hujan dan sumur manual,” tambah Sri pada Selasa (28/1).

Di sisi lain, Ispiani Abbas dari Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menegaskan program ini adalah wujud komitmen perusahaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Programnya sendiri cukup komprehensif. Mereka membangun sumur air bersih di dua titik strategis: SD Inpres Tambat dan Posyandu Tambat. Pengerjaannya mencakup pemasangan mesin, pembangunan bak penampung, hingga instalasi kelistrikan dan keran.

Tak cuma membangun yang baru, mereka juga merevitalisasi dua reservoir air bersih yang sudah ada, yaitu di halaman Gereja Tambat dan Balai Kampung. Pekerjaannya beragam, mulai dari pengecatan, pergantian atap, pengeboran baru, hingga pemasangan filter air. Yang penting, sambungan pipanya sudah menjangkau sekitar 20 rumah di setiap lokasi reservoir.

"Penyediaan akses air bersih merupakan kebutuhan fundamental," jelas Ispiani.

"Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Tambat. Seluruh fasilitas telah melalui tahap uji coba dan siap digunakan masyarakat,” lanjutnya.

Dukungan juga datang dari jajaran pusat Pertamina. Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication, menyebut sanitasi dan air bersih adalah fokus utama program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) grup mereka. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Pertamina berharap dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik," kata Baron.

Respon dari warga pun sangat positif. Samuel Heremba, Kepala Kampung Tambat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dia mengakui sebelumnya warga sempat khawatir dengan kandungan belerang dan kesulitan air di musim kemarau.

“Adanya bantuan Sumur Air Bersih ini, bahkan sebelum peresmian pun sudah dimanfaatkan oleh warga karena sangat membantu,” ujar Samuel.

“Kini masyarakat tidak lagi khawatir... karena airnya sudah jauh lebih bersih dan ada juga penampungan yang cukup.”

Inisiatif seperti ini, meski terlihat sederhana, dampaknya langsung terasa. Bagi Pertamina Patra Niaga, ini adalah bagian dari kontribusi nyata untuk pembangunan berkelanjutan, dimulai dari memenuhi hal yang paling mendasar: air bersih untuk kehidupan yang lebih layak.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler