Di ujung selatan Papua, tepatnya di Kampung Tambat, Merauke, akses untuk mendapatkan air bersih bukanlah hal sederhana. Selama ini, hampir 700 warganya bergantung pada tampungan air hujan atau sumur manual yang airnya kerap mengandung belerang. Namun, kondisi itu mulai berubah berkat sebuah kolaborasi.
Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Kementerian ESDM dan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih. Tujuannya satu: mewujudkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat di sana. Peresmiannya digelar Senin lalu, 26 Januari 2026, dan dihadiri sejumlah perwakilan SERUNI KMP.
Menurut Sri Suparni Bahlil dari SERUNI KMP, keterbatasan air bersih di kampung itu sangat terasa saat musim kemarau. “Kami mendapat informasi bahwa Kampung Tambat ini seringkali mengalami keterbatasan akses air bersih,” ujarnya.
“Dengan adanya Sumur Air Bersih ini harapannya masyarakat lebih mudah mengakses air, tidak lagi mengandalkan tampungan air hujan dan sumur manual,” tambah Sri pada Selasa (28/1).
Di sisi lain, Ispiani Abbas dari Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menegaskan program ini adalah wujud komitmen perusahaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Programnya sendiri cukup komprehensif. Mereka membangun sumur air bersih di dua titik strategis: SD Inpres Tambat dan Posyandu Tambat. Pengerjaannya mencakup pemasangan mesin, pembangunan bak penampung, hingga instalasi kelistrikan dan keran.
Tak cuma membangun yang baru, mereka juga merevitalisasi dua reservoir air bersih yang sudah ada, yaitu di halaman Gereja Tambat dan Balai Kampung. Pekerjaannya beragam, mulai dari pengecatan, pergantian atap, pengeboran baru, hingga pemasangan filter air. Yang penting, sambungan pipanya sudah menjangkau sekitar 20 rumah di setiap lokasi reservoir.
"Penyediaan akses air bersih merupakan kebutuhan fundamental," jelas Ispiani.
Artikel Terkait
Sirine Meraung di Malam Gelap, Warga Bekasi Berhamburan Dengar Peringatan Banjir
Shayne Pattynama dan Cinta Pertamanya: Soto Ayam di Hati, Persija di Kaki
Indonesia Pacu Produksi Chip, Andalkan Pasir Silika untuk Jawab Kelangkaan Global
KPK Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Pungli Caperdes di Pati