“Kedua, ada pasar Festival Pasar Kuliner Seni dan Kreatif untuk menunjukkan ada UMKM-nya bisa terlibat, yang jualan makanan bisa terlibat,” tutur Irene.
“Dan yang kita kedepankan juga sustainability karena ini adalah issues yang bukan hanya ngetren tapi memang kita sebagai fellow human being saja harus mengedepankan hal tersebut,” pungkasnya mengenai hal itu.
Nah, salah satu daya tarik yang dijanjikan bakal memukau adalah Parade Imlek Nusantara. Parade ini dirancang untuk memamerkan kekayaan tradisi Tionghoa dari berbagai daerah di Indonesia. Harapannya jelas, setelah melihat cuplikan budayanya, wisatawan jadi tertarik untuk datang langsung ke daerah asal.
“Contohnya nih, teman-teman bingung, Cap Go Meh saya mau ke mana ya? Ini diadakan tanggal 28. Kalau misalnya sudah dipilih nih, saya penginnya ke sini, buru-buru deh pesen tiket untuk yang 3 Maret 2026,” ungkap dia dengan semangat.
Sebagai penutup rangkaian yang panjang itu, akan ada aktivasi nasional yang menghadirkan jajaran pemerintahan. Momen ini yang akan mengukuhkan seluruh perayaan.
“Terakhir ada puncak acaranya Imlek Nasional bareng-bareng dengan Kabinet Merah Putih dan National Activations,” tutup Irene.
Artikel Terkait
Ciliwung Meluap, 17 RT di Jakarta Timur dan Selatan Terendam Banjir
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Solusi Baru Atasi Kepadatan Jalur Rangkasbitung
Imlek Tak Hanya di Kalender, Tapi Juga di Dapur dan Ingatan
Prabowo Beri Mandat Khusus soal SDA, Bahlil Diminta Cari Formulasi