"Dari pajak yang kita anggap masih bisa bekerja lebih baik," katanya singkat.
Ini bukan wacana. Langkah ini adalah realisasi dari janjinya untuk memberi "kejutan drastis" guna membersihkan institusi. Sebelumnya, dalam sebuah diskusi di Thamrin Nine, dia sudah menyatakan niatnya mengganti pejabat di bawah Dirjen Bea Cukai untuk perbaikan tata kelola.
Gebrakan Purbaya ini muncul di saat yang tepat atau mungkin malah terlambat? Belakangan, Kejaksaan Agung memang sudah menggeledah kantor Bea Cukai. Mereka menyelidiki dugaan korupsi ekspor limbah sawit (POME) tahun 2022. Nama pejabat bea cukai pun ikut terseret, bahkan rumah pribadi mereka diperiksa penyidik.
Dengan merotasi pos-pos strategis di pelabuhan utama gerbang logistik nasional pemerintah berharap pengawasan ekspor-impor bisa lebih ketat. Transparansi jadi kunci, tentu saja, untuk memutus mata rantai praktik korupsi yang sudah mengakar.
Kini, tinggal menunggu besok. Apakah gebrakan ini akan jadi awal perbaikan, atau justru memicu gejolak baru di internal? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Kuat Ditopang Konsumsi Domestik dan Utang Terkendali
Lebaran 2026: Lebih dari 638 Ribu Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Terjual
Pemerintah Andalkan Perjanjian Dagang ART sebagai Fondasi Hadapi Investigasi AS
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok