Di tengah forum global di Davos, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah capaian yang cukup mencolok. Dalam setahun pertama pemerintahannya, ratusan peraturan berhasil dihapuskan. Klaim ini ia sampaikan langsung di hadapan para pemimpin dunia dalam World Economic Forum (WEF) 2026, Kamis lalu.
“Ratusan peraturan telah kami hapus dalam satu tahun,” ujarnya tegas.
Menurut Prabowo, langkah ini bukan sekadar angka. Aturan-aturan yang dicabut itu dinilainya sudah tidak masuk akal lagi. Lebih dari itu, aturan-aturan usang tersebut justru dianggap sebagai penghalang untuk mewujudkan keadilan dan malah membuka celah praktik korupsi.
“Kami telah menghapus ratusan dan ratusan peraturan yang tidak masuk akal, peraturan yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi,” beber dia lebih rinci.
Nah, upaya pembersihan regulasi ini ternyata punya tujuan yang lebih besar. Prabowo meyakini, penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi adalah fondasi utama. Tanpa itu, mustahil menciptakan iklim investasi yang positif dan menarik bagi para investor.
“Kami menyadari prasyarat bagi investasi adalah stabilitas politik dan ekonomi. Juga, kepastian penegakan hukum yang adil, yang dijamin oleh pemerintah yang kuat, bersih, dan demokratis,” paparnya.
Pesan yang disampaikan di panggung Davos itu jelas: reformasi birokrasi dan hukum sedang digenjot. Ia ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius menata ulang rumahnya, demi menciptakan landasan yang lebih kokoh untuk pertumbuhan ekonomi ke depan.
Artikel Terkait
Dua Ganda Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final Australian Open 2026
Gerindra Bantah Instruksikan Kader Miliki Dapur SPPG, Sebut Inisiatif Pribadi
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Pengusaha Swasta Jadi Orang Kepercayaan Mantan Wakil Kepala BGN
KPK Sita Rp200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Audit BPK yang Seret Bupati Muara Enim