Jakarta Siagakan 2.061 Personel untuk Amankan 574 Gereja Saat Natal

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:35 WIB
Jakarta Siagakan 2.061 Personel untuk Amankan 574 Gereja Saat Natal

Menyongsong perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta mulai menggencarkan langkah pengamanan. Kali ini, fokusnya adalah pada 574 gereja yang tersebar di seluruh ibukota. Jumlah itu, menurut mereka, mencakup semua gereja aktif di Jakarta.

Rencananya, pengamanan akan berlangsung selama dua hari: pada malam Natal tanggal 24 Desember 2025, dan berlanjut di Hari Natal keesokan harinya.

Staf khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menjelaskan lebih detail.

"Satpol PP DKI Jakarta bersama instansi terkait seperti Polri dan TNI akan mengamankan 574 gereja yang melaksanakan ibadah," ujar Chico kepada wartawan, Sabtu lalu.

"Angka ini mencakup gereja-gereja aktif di seluruh wilayah administratif DKI Jakarta," sambungnya.

Untuk operasi ini, tidak tanggung-tanggung. Sebanyak 2.061 personel Satpol PP bakal disiagakan. Yang menarik, pendekatan yang diusung bukan sekadar penjagaan biasa. Chico menekankan bahwa petugas akan bertugas dengan cara yang humanis dan persuasif, lebih mengedepankan komunikasi yang baik.

"Satpol PP DKI Jakarta mengerahkan 2.061 personel khusus untuk pengamanan gereja tersebut, dengan pendekatan humanis dan persuasif," tegasnya.

Di sisi lain, pengamanan gereja ini hanyalah satu bagian dari skema yang lebih besar. Pemprov DKI akan berkolaborasi penuh dengan TNI dan Polri dalam sebuah pengamanan menyeluruh. Operasi ini juga mencakup penjagaan di sejumlah titik vital lainnya.

"Pengamanan keseluruhan termasuk dalam Operasi Lilin 2025 yang dikoordinasikan oleh Polri secara nasional," tutur Chico.

Dalam operasi gabungan itu, ribuan personel lain juga akan berjaga. Mereka ditugaskan di lokasi-lokasi ramai seperti pusat perbelanjaan, terminal bus, dan berbagai tempat wisata. Tujuannya jelas: menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua warga yang merayakan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar