Intinya, melalui program tersebut, BRI akan membantu perbaikan sarana dan prasarana fisik sekolah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Harapannya, fasilitas itu bisa kembali dimanfaatkan dengan optimal oleh siswa dan guru.
Sebagai bagian dari holding company, komitmen BRI untuk pemulihan pascabencana di Sumatra khususnya Aceh terus ditunjukkan. Kehadiran mereka bukan sekadar menyalurkan bantuan. Lebih dari itu, mereka berupaya memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan dan layanan yang dibutuhkan selama masa sulit ini. Caranya antara lain lewat pendirian Posko Bencana yang menyediakan dukungan lengkap: dari bantuan sosial, layanan kesehatan, sampai pemenuhan kebutuhan dasar.
Secara angka, upaya Grup BRI untuk bencana di Sumatra cukup masif. Sudah 40 aksi tanggap darurat dilaksanakan di berbagai wilayah, didukung 10 posko bencana. Bantuan yang digelontorkan beragam: mulai dari 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, hingga 950 paket survival kit. Untuk logistik hunian sementara, disalurkan 10 tenda dan 1.680 unit kasur beserta selimut.
Aspek kesehatan dan sanitasi juga tak luput. Sebanyak 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan telah didistribusikan. Bahkan, untuk menjangkau daerah banjir, lima unit perahu karet dikerahkan. Kalau dihitung total, program kemanusiaan ini telah menyentuh sekitar 100.250 jiwa di berbagai wilayah yang terdampak.
Artikel Terkait
Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Naik di Pertengahan Maret 2026
Cedera ACL Paksa Miliano Jonathans Mundur dari FIFA Series, Herdman Siapkan Opsi Pengganti
Pemerintah Andalkan Ekspor Komoditas dan APBN untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
Menko Polkam Serahkan 104 Rumah Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Utara