Pramono Anung Perintahkan Normalisasi Tiga Sungai Utama Atasi Banjir Jakarta

- Minggu, 25 Januari 2026 | 01:15 WIB
Pramono Anung Perintahkan Normalisasi Tiga Sungai Utama Atasi Banjir Jakarta

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak pertengahan Januari memang bikin pusing. Banjir lagi, banjir lagi. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya mengeluarkan perintah tegas. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air segera melakukan normalisasi sungai. Langkah ini diharapkan bisa jadi solusi jangka panjang untuk masalah banjir yang terus berulang.

Nah, fokusnya akan ada pada tiga sungai utama. Menurut Pramono, Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Barat yang akan jadi prioritas untuk dinormalisasi.

"Saya sudah instruksikan Dinas Sumber Daya Air mulai normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut dan Cakung Barat sebagai upaya mengatasi banjir agar tidak terulang,"

Demikian penjelasannya kepada awak media, Sabtu lalu (24/1/2026).

Di sisi lain, untuk penanganan cepat, Pemprov DKI juga tak tinggal diam. Mereka akan mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Upaya ini disebut-sebut sebagai langkah jangka pendek. Selain itu, pengurasan saluran air di berbagai titik juga terus digenjot.

"Hari ini, saya juga memerintahkan melaksanakan OMC, minimum dua dan maksimum tiga kali. Sehingga penyintas banjir yang mengungsi segera kembali ke rumah masing-masing,"

tambahnya.

Memang, curah hujan belakangan ini terbilang ekstrem. Pramono mengungkap data, sejak 12 Januari rata-rata akumulasinya mencapai 200 milimeter. Bahkan, puncaknya terjadi pada 18 Januari. Saat itu, beberapa lokasi di Jakarta mencatat intensitas hujan hingga 260 milimeter. Angka yang cukup tinggi dan tentu saja bikin sistem drainase keteteran.

“Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi banjir,” tutupnya. Ya, usaha itu yang dinanti-nanti warga. Semoga saja langkah normalisasi dan OMC kali ini membawa hasil. Jakarta butuh napas lega dari ancaman banjir.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar