Sabtu pagi (24/1/2026) lalu, suasana di Rawa Buaya, Cengkareng, masih terasa basah. Genangan air belum sepenuhnya surut, dan puluhan warga masih bertahan di pengungsian. Di tengah situasi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung datang meninjau langsung lokasi. Ia tak hanya sekadar melihat, tapi juga mendengar keluhan warga yang ditemui di Masjid Jami Baitul Rahman.
Permintaan mereka jelas: butuh bantuan untuk mempercepat surutnya air yang menggenangi permukiman. "Mereka meminta kepada gubernur untuk membantu mengurangi volume air yang sekarang ini relatif sudah mulai surut," kata Pramono di lokasi.
Merespons hal itu, Pramono langsung bergerak. Ia berkoordinasi dengan Kepala Dinas SDA DKI, Ika Agustin Ningrum, yang ikut mendampingi. Hasilnya, disepakati penambahan empat unit pompa air untuk lokasi tersebut.
"Alhamdulillah sekarang ini sudah ada tambahan pompa kurang lebih empat. Jadi sekarang di tempat ini sudah ada tujuh pompa," ujarnya. Upaya ini diharapkan bisa menekan volume air lebih cepat lagi.
Artikel Terkait
Lima Pesawat Diterbangkan untuk Jinakkan Hujan Ekstrem di Jakarta dan Jawa Barat
Anggota DPR Desak Mitigasi Bencana Tak Lagi Setengah Hati
Pramono Anung Tantang Kritikus: Kalau Mau Mengritik, Kritik Saya Saja Soal Operasi Hujan
Tanah Longsor Bandung Barat Tewaskan 8 Jiwa, 82 Warga Masih Tertimbun