Selain soal pompa, Pramono juga menyalurkan bantuan. Bukan cuma sembako seperti beras, minyak, atau mie instan. Tapi juga barang-barang penunjang yang sangat dibutuhkan di pengungsian: kasur lipat, matras, selimut, perlengkapan keluarga, hingga pakaian anak-anak.
"Juga tadi ada bantuan dari PMI DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh, karena itu yang dibutuhkan di tempat ini sekarang ini," sambungnya. Cuaca yang tak menentu membuat bantuan semacam ini sangat berarti.
Berdasarkan data yang ada, pengungsi di Rawa Buaya mencapai 45 KK atau 177 jiwa. Rata-rata mereka sudah mengungsi satu hingga dua hari. Meski begitu, kondisi mereka terpantau baik. "Alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik dan sehat," kata Pramono.
Kedatangan gubernur sekitar pukul 10.06 WIB itu pun disambut hangat. Saat berjalan menuju masjid, ia menyapa warga yang telah menunggu. Beberapa bahkan tak mau melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama. Momen kecil itu setidaknya memberi sedikit cerah di antara keprihatinan akibat banjir.
Artikel Terkait
Pemerintah Prioritaskan Penyelesaian Utang KCIC Sebelum Kaji Perpanjangan Kereta Cepat
Commuter Line Merak Berhenti di Cilegon Sementara, Antisipasi Arus Mudik Lebaran
SKK Migas dan Kontraktor Tandatangani Amendemen PJBG, Lifting Minyak Diproyeksi Naik 11.693 Barel per Hari
Calon Komisioner OJK Soroti Ancaman Siber dan Rendahnya Literasi Keuangan