Operasi pencarian dan pertolongan untuk korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan masih terus berlangsung. Hingga Jumat (23/1/2026) kemarin, tim gabungan berhasil mengevakuasi 11 kantong jenazah dari lokasi kejadian.
Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, memberikan rincian yang memilukan. Menurutnya, dari sebelas kantong itu, sepuluh di antaranya berisi jenazah utuh.
"Sementara satu kantong sisanya," ujar Sultan, "hanya berisi body part."
Ia menambahkan, semua temuan itu masih dalam proses penanganan. "Informasi terbaru menyebutkan total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket (dan 1 Body Part) yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan," jelasnya.
Proses pemindahan jenazah dari lokasi terpencil itu sendiri dikatakan masih berjalan. Butuh waktu dan tenaga ekstra. Namun begitu, begitu berhasil dievakuasi, jenazah akan segera dibawa ke Lanud Sultan Hasanuddin untuk identifikasi lebih lanjut.
"Sementara dalam proses evakuasi," kata dia singkat.
Di sisi lain, Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan bertekad melanjutkan operasi. Mereka memastikan pencarian akan dilaksanakan secara maksimal dan terkoordinasi. Targetnya jelas: memastikan semua temuan berhasil dibawa keluar sesuai prosedur yang berlaku.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport itu jatuh pada Sabtu (17/1/2026) silam. Saat itu, pesawat sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Menurut data manifes, ada sepuluh orang di dalamnya.
Tujuh penumpang dan tiga kru.
Langit saat itu mungkin terlihat biasa saja. Tapi di bawahnya, sebuah tragedi telah terjadi.
Artikel Terkait
Penembakan di Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Lokasi yang Sama dengan Percobaan Pembunuhan Reagan 1981
Wamensos: Sekolah Rakyat Jadi Jembatan Emas Putus Rantai Kemiskinan
Mahfud MD Bela Saiful Mujani dari Tuduhan Makar: Unsur Menggulingkan Pemerintah Tak Ada
Atalia Praratya: Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Jamin Keberlanjutan Pendidikan Anak Jalanan