JAKARTA - Gangguan masih saja menyambangi perjalanan KRL Commuter Line lintas Rangkasbitung pada Jumat (23/1/2026) ini. Masalahnya berpusat pada penanganan teknis Tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di jalur tersebut, yang otomatis bikin operasional kereta nggak bisa normal seratus persen.
Nah, sampai siang tadi, tepatnya pukul 12.00 WIB, situasinya masih serba terbatas. KAI Commuter mengonfirmasi bahwa perjalanan dari Stasiun Tigaraksa ke Maja, atau sebaliknya, masih bisa dilakukan. Tapi ya itu, dengan segala keterbatasan.
"Saat ini hingga pukul 12.00 WIB, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung di lokasi penanganan tiang LAA yang terkendala (lintas Tigaraksa-Maja) bisa melintas dengan menggunakan satu jalur secara bergantian,"
Begitu bunyi keterangan resmi dari pihak KAI Commuter. Jadi, cuma satu jalur yang dipakai, itupun dipakai bergantian arah. Bisa dibayangkan kan, pasti bakal ada efek domino.
Belum cukup sampai di situ. Kereta yang melintas di titik perbaikan itu juga diwajibkan ngebut. Maksudnya, nggak boleh ngebut. Kecepatannya harus dikurangi secara signifikan. Tujuannya jelas, untuk jaga keamanan selama petugas masih bekerja di lapangan.
Dampaknya? Sudah bisa ditebak. Penumpukan penumpang dan keterlambatan jadwal hampir pasti terjadi di sejumlah stasiun sepanjang rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Buat para komuter, hari ini memang perlu ekstra kesabaran.
Di sisi lain, upaya perbaikan terus digenjot. Petugas teknis masih berada di lokasi, berusaha menormalkan kondisi tiang LAA itu secepat mungkin. Targetnya, agar kedua jalur bisa beroperasi normal kembali dan kereta bisa jalan seperti biasa.
Sambil menunggu, pengguna jasa Commuter Line diimbau untuk rajin cek info terkini. Bisa lewat aplikasi C-Access atau laman media sosial resmi @commuterline. Yang paling penting, patuhi arahan petugas di stasiun atau di dalam kereta. Keselamatan tetap nomor satu.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun