Duka di Balik Banjir Tangerang: Dua Bocah Tewas Terseret Arus Irigasi

- Kamis, 22 Januari 2026 | 23:00 WIB
Duka di Balik Banjir Tangerang: Dua Bocah Tewas Terseret Arus Irigasi

Dua Bocah Tewas Terseret Arus Irigasi Saat Banjir Melanda Tangerang

Banjir yang mengguyur kawasan Jabodetabek ternyata tak hanya meninggalkan genangan. Di balik luapan air itu, ada duka yang mendalam. Dua anak sekolah dasar harus meregang nyawa setelah terpeleset dan hanyut di saluran irigasi yang meluap di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Mereka adalah Umam (10) dan Fariz (11). Keduanya masih duduk di bangku kelas 6 SD. Pencarian yang dilakukan warga berakhir pilu; kedua bocah itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Menurut Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya, tragedi ini terjadi Rabu (21/1/2026) sore. Saat itu, banjir sudah merendam permukiman. Umam dan Fariz bersama seorang teman lain, Nando, sedang bermain di dekat tanggul irigasi yang airnya sudah meluap tinggi.

"Ketiga bocah ini sedang bercanda di atas tanggul irigasi. Namun nahas, mereka terpeleset dan langsung terbawa arus banjir yang sangat kuat," ujar Iptu Aditya, Kamis (22/1/2026).

Warga yang melihat kejadian itu langsung bergerak. Usaha mereka berhasil menyelamatkan Nando dari cengkeraman arus. Sayangnya, itu sudah terlambat untuk Umam dan Fariz. Keduanya hilang tersapu air sebelum tangan penolong bisa menjangkaunya.

Suasana jadi mencekam begitu jenazah berhasil dievakuasi. Seorang orang tua korban yang tiba di lokasi langsung jatuh histeris. Ia tak sanggup menahan isak melihat anaknya terbujur kaku.

Nando, bocah yang selamat, langsung dilarikan ke RSUD Balaraja. Ia mengalami syok dan lemas, namun kondisinya kini sudah lebih stabil setelah mendapat perawatan.

Jenazah kedua korban telah diserahkan ke keluarga. Mereka dimakamkan pada Kamis sore di tengah kepiluan warga. Pihak kepolisian pun mengingatkan, terutama kepada para orang tua, untuk ekstra waspada.

Irigasi atau selokan yang tertutup air banjir sering kali tak terlihat. Itu adalah jebakan mematikan. Di saat banjir seperti ini, pengawasan terhadap anak-anak mutlak diperlukan agar tragedi serupa tidak terulang lagi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar