Indonesia Resmi Jadi Anggota Kunci Koalisi Pasar Karbon Global

- Kamis, 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Indonesia Resmi Jadi Anggota Kunci Koalisi Pasar Karbon Global

Dari London, kabar penting datang untuk sektor lingkungan Indonesia. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan secara resmi: Indonesia kini menjadi anggota ke-11 dalam The Coalition to Grow Carbon Markets. Keanggotaan ini khusus mewakili sektor kehutanan nasional.

Pengumuman itu disampaikan Menhut langsung dari ibu kota Inggris, Rabu (21/1/2026).

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya mengumumkan bahwa hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia," ujarnya.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Indonesia punya modal alam yang luar biasa. Negeri ini rumah bagi hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ditambah ekosistem mangrove yang membentang luas dan lahan gambut tropis yang tak kalah besarnya. Pengalaman nyata dalam mengelola solusi berbasis alam itu aset berharga. Dan kontribusinya dinilai krusial bagi upaya global mencapai target iklim.

“Sebagai anggota Koalisi, yang mewakili sektor kehutanan, Indonesia akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki visi serupa," jelas Raja Juli Antoni lebih lanjut.

Fokusnya? Meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi yang bersumber dari sektor kehutanan dan alam. Tujuannya mendukung pertumbuhan hijau, bukan cuma untuk dalam negeri, tapi juga untuk dunia.

Dengan bergabungnya Indonesia, koalisi ini kini diisi sebelas pemerintah. Sebelumnya sudah ada Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia. Tiga negara lain Kenya, Singapura, dan Inggris bertindak sebagai Ketua Bersama. Mereka semua punya komitmen sama: mendorong aksi iklim lewat pemanfaatan kredit karbon berkualitas tinggi oleh kalangan bisnis.

Bergabungnya Indonesia langsung disambut hangat. Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, Rachel Kyte, menyatakan koalisi ini dibentuk untuk memastikan kepemimpinan negara-negara dalam membimbing perusahaan. Intinya, agar dunia usaha paham bagaimana berpartisipasi di pasar karbon dengan penuh integritas.

“Upaya Indonesia dalam solusi berbasis alam akan memastikan Koalisi membantu mendorong investasi sektor swasta ke dalam proyek-proyek berintegritas tinggi yang melestarikan hutan, mengurangi emisi, dan memajukan pembangunan berkelanjutan,” tutur Rachel.

Memang, peran pasar karbon dinilai semakin vital. Di satu sisi, ia bisa mendorong kemajuan menuju target iklim suatu negara. Di sisi lain, ia menjamin adanya aliran pendanaan untuk investasi perlindungan alam dan membangun ketahanan.

Dukungan juga datang dari mitra lama kedua negara, Standard Chartered. Bank ini aktif terlibat dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan, termasuk mendukung pasar kredit karbon berintegritas tinggi di Indonesia. Langkah ini makin memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi hijau global.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar