Nah, ini yang perlu dicermati. Wawan mengimbau masyarakat agar jangan mudah percaya. Terutama jika informasi itu meminta data pribadi, memungut biaya pendaftaran, atau memberikan jaminan kelulusan. Modusnya klasik, tapi masih sering menjebak.
"Kami minta masyarakat lebih waspada. Jangan sampai tertipu oleh oknum yang memanfaatkan nama Kemenag untuk kepentingan pribadi," ujarnya.
Di sisi lain, Kemenag juga meminta peran aktif masyarakat. Lakukan pengecekan langsung ke sumber resmi sebelum mengambil tindakan apapun. Jangan terburu-buru.
Dan jika menemukan konten mencurigakan yang mengatasnamakan instansi mereka, Wawan meminta untuk segera melaporkan. "Laporkan melalui akun resmi Kemenag agar bisa kami tindaklanjuti," tutupnya.
Komitmen untuk melindungi masyarakat dari disinformasi ditegaskan kembali. Kemenag ingin memastikan setiap layanan kepegawaian berjalan sesuai aturan, tanpa celah untuk penipuan.
Artikel Terkait
Remaja 17 Tahun Tewas Usai Terjatuh dari Peron Stasiun Gondangdia
Petunjuk Kuat Shayne Pattynama Segera Gabung Persija, Ikuti Tren Pemain Timnas Pulang Kampung
Ego Sektoral dan Tumpang Tindih Kebijakan: Konflik Agraria Terus Berlarut
Bulog Cetak Transaksi Rp7,2 Miliar ke Kopdes Merah Putih dalam 19 Hari