“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada 4 tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara kompak hasilkan satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” ujar Presiden.
Dengan capaian ini, pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas pangan. Sinergi antara pusat dan daerah, plus kebijakan yang pro petani, akan terus dijalankan.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga sudah bersuara lantang. Mereka menegaskan bahwa sepanjang 2026, pemerintah tidak punya rencana impor beras, gula konsumsi, maupun jagung. Keputusan ini diambil karena sisa persediaan dari tahun 2025 ternyata masih sangat besar.
Carry over stock beras dari 2025 ke 2026 tercatat fantastis: 12,529 juta ton. Angka itu sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah di Perum Bulog yang per akhir Desember 2025 mencapai 3,248 juta ton.
Nah, kalau kebutuhan konsumsi beras nasional kita kira-kira 2,591 juta ton per bulan, stok yang ada itu bisa mencukupi kebutuhan hampir lima bulan di awal tahun. Cukup untuk bernapas lega, setidaknya untuk sementara waktu.
Artikel Terkait
Polytron Luncurkan Charger Cepat Portabel, 10 Menit Tambah 10 Kilometer untuk Motor Listrik
Mentan Amran: Swasembada Beras Tercapai dalam Setahun Berkat Dukungan Daerah
Marty Supreme Pecahkan Rekor Box Office, Jadi Film A24 Terlaris Sepanjang Masa
Gustavo Franca Resmi Perkuat Arema, Antusias Sambut Babak Baru di Malang