Selain itu, rupanya tidak semua keju memberi efek serupa. Keju tinggi lemak yang dimaksud dalam studi ini punya kandungan lemak sekitar 20 persen. Contohnya ya keju-keju seperti cheddar, brie, atau gouda. Produk sejenis krim tinggi lemak juga menunjukkan pola serupa. Konsumsi sekitar 20 gram per hari dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 16 persen dibanding yang menghindarinya sama sekali.
“Temuan ini menunjukkan bahwa dalam hal kesehatan otak, tidak semua produk susu sama,”
Demikian penjelasan Emily Sonestedt, PhD, dari Universitas Lund di Swedia yang terlibat dalam studi tersebut.
“Meski konsumsi keju dan krim tinggi lemak dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah, produk susu lain atau versi rendah lemaknya tidak menunjukkan efek serupa. Kami butuh penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini dan melihat apakah produk susu berlemak tertentu memang bisa melindungi otak,”
tutupnya.
Jadi, apa kesimpulannya? Mungkin ini kabar baik bagi pencinta keju. Namun begitu, semuanya tetap harus dilihat dalam konteks pola makan yang seimbang. Bukan berarti kita bisa makan keju sebanyak-banyaknya tanpa pertimbangan. Semuanya ada porsinya.
Artikel Terkait
Dua Perusahaan China Menang Lelang PLTSa Bekasi dan Denpasar, Dampak Ekonomi Ditaksir Rp14 Triliun
Harga Pangan Mulai Stabil, Inflasi Terkendali di Pertengahan Ramadan
5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil Khas Surabaya Saat Ramadan
Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Bawang dan Daging Ayam Turun