Operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Jawa Tengah berhasil menahan Bupati Pati, Sudewo. Tak hanya sang bupati, tim penyidik juga mengamankan delapan orang lainnya dalam operasi senyap itu.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Selasa (20/1/2026). Menurutnya, barang bukti uang tunai dalam jumlah besar turut disita dari lokasi kejadian.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah," ujar Budi.
Dia enggan merinci nominal pastinya saat dikonfirmasi. Tapi, angkanya disebut-sebut fantastis.
"Senilai miliaran rupiah (barang bukti disita), nanti kami akan sampaikan," tambahnya.
Nilai miliaran rupiah itu tentu saja menyita perhatian. Namun begitu, yang tak kalah penting adalah skema dan orang-orang yang terlibat di baliknya.
Budi membeberkan, kedelapan orang yang diamankan itu sudah dibawa ke Gedung KPK Merah Putih. Selain Bupati Sudewo, ada juga sejumlah pejabat daerah lain yang ikut diamankan.
"Pagi ini delapan orang yang diamankan sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih, yang pertama kepala daerah atau Bupati Pati, kemudian dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa," kata Budi.
Keberadaan camat hingga kepala desa dalam penangkapan ini mengindikasikan bahwa kasusnya mungkin menjalar ke tingkat pemerintahan yang lebih rendah. Operasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi wilayah tersebut. Kita tunggu saja perkembangan lebih lanjut dari KPK.
Artikel Terkait
BI Siap Perkuat Intervensi untuk Tahan Pelemahan Rupiah
Kemenperin Khawatir Aturan Pajak Baru Bisa Tekan Penjualan Mobil Listrik
Laporan JP Morgan: Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global
Delapan Mantan Pejabat Kemnaker Divonis Penjara, Haryanto Dihukum 7,5 Tahun