Di sisi lain, ada pertanyaan menarik dari awak media. Mereka menyinggung soal kunjungan Thomas ke BI beberapa waktu lalu. Apa hubungannya? Purbaya menjawab dengan canda khasnya.
"Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih?" selorohnya sambil tertawa. "Kan sudah ngintip dua kali cukup. Jadi dia pindah ke sana juga cukup saya pikir."
Namun begitu, isu sensitif soal independensi BI tak terelakkan. Banyak yang khawatir, masuknya orang pemerintah ke bank sentral bisa menggerus netralitas lembaga. Purbaya menepis kekhawatiran itu dengan tegas.
Menurutnya, pertukaran ini hal yang wajar dan seimbang. Tidak serta-merta dikaitkan dengan intervensi kebijakan. Kuncinya, kata dia, ada pada pemisahan proses pengambilan keputusan.
"Nggak ada yang aneh, kalau independensi nggak ada hubungannya," tegas Purbaya.
"Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada, jadi BI independen kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter."
Koordinasi, lanjutnya, tetap berjalan melalui forum KSSK. Tujuannya untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter yang independen itu bisa selaras, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Semuanya, kata Purbaya, berjalan sebagaimana mestinya.
Artikel Terkait
Korlantas Siapkan 10 Ruas Tol Baru untuk Antisipasi Kemacetan Mudik 2026
Polri Serahkan Rp58,18 Miliar Hasil Eksekusi Aset Judi Online ke Kas Negara
Kemenhub Buka Pendaftaran Gratis Angkutan Motor Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026
Kemenhub Tegaskan Motor Listrik Belum Diizinkan Naik Kereta Barang