Di sisi lain, ada pertanyaan menarik dari awak media. Mereka menyinggung soal kunjungan Thomas ke BI beberapa waktu lalu. Apa hubungannya? Purbaya menjawab dengan canda khasnya.
"Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih?" selorohnya sambil tertawa. "Kan sudah ngintip dua kali cukup. Jadi dia pindah ke sana juga cukup saya pikir."
Namun begitu, isu sensitif soal independensi BI tak terelakkan. Banyak yang khawatir, masuknya orang pemerintah ke bank sentral bisa menggerus netralitas lembaga. Purbaya menepis kekhawatiran itu dengan tegas.
Menurutnya, pertukaran ini hal yang wajar dan seimbang. Tidak serta-merta dikaitkan dengan intervensi kebijakan. Kuncinya, kata dia, ada pada pemisahan proses pengambilan keputusan.
"Nggak ada yang aneh, kalau independensi nggak ada hubungannya," tegas Purbaya.
"Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada, jadi BI independen kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter."
Koordinasi, lanjutnya, tetap berjalan melalui forum KSSK. Tujuannya untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter yang independen itu bisa selaras, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Semuanya, kata Purbaya, berjalan sebagaimana mestinya.
Artikel Terkait
BPKB Elektronik Resmi Dijajal, Mobil Baru Wajib Pakai Chip Mulai 2027
Korlantas Pacu Digitalisasi, e-BPKB Wajib untuk Semua Mobil Baru pada 2027
Izin Tambang dan Alih Fungsi Hutan Diduga Picu Banjir Besar di Sumatera
Lahan Eks HGU Siap Dijadikan Huntap Korban Banjir Sumatra