Di Distrik Dekai, Yahukimo, akses ke bank itu susah. Jauh. Tapi sejak 2019, ada satu tempat yang jadi andalan warga: kios BRILink Agen Waisun yang dikelola Alfrida Pasongli. Di sini, para petani dan pedagang setempat bisa tarik tunai, bayar tagihan, atau kirim uang tanpa harus menempuh perjalanan panjang ke kantor bank terdekat.
Alfrida punya alasan sederhana memulai usaha ini. Selain buat nambah penghasilan, dia melihat peluang. “Awal mula kami memilih usaha Agen BRILink karena ingin menambah penghasilan. Selain itu, kami melihat wilayah ini berada di pusat aktivitas pasar, namun lokasinya cukup jauh dari kantor bank,” tuturnya, Senin lalu.
Namun begitu, jalan yang ditempuh Alfrida tak selalu mulus. Jaringan internet yang sering tak stabil jadi tantangan harian. Belum lagi kondisi wilayah yang menuntut kewaspadaan ekstra. Tapi dia tak menyerah. Dengan ketelitian dan kesabaran, kiosnya tetap dibuka setiap hari.
Pelanggannya beragam. Datang dari berbagai kampung sekitar. Bagi Alfrida, perannya lebih dari sekadar pencet tombol di mesin EDC. Dia menghadirkan rasa aman. Kepastian. Terutama bagi para orang tua yang ingin kirim uang untuk anaknya yang sekolah di luar daerah, saat bank tutup. Itu yang bikin dia semangat.
“Puji Tuhan, banyak dampak positif yang kami rasakan,” ujar Alfrida.
“Mama-mama kampung bisa bertransaksi di kios kami saat bank tutup, dengan harapan dapat mengirimkan sedikit rezeki untuk anak-anak mereka yang bersekolah di luar daerah. Hal ini menjadi motivasi dan semangat untuk kami agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar untuk selalu bekerja dan juga dapat bermanfaat untuk beberapa rumah ibadah maupun sekolah.”
Komitmennya itu membawa Alfrida jadi Agen Juragan. Sekarang dia punya empat outlet. Dukungan dari BRI pun dirasakan, mulai dari pendampingan hingga layanan pick up. “Manfaat yang di dapatkan sangatlah banyak, selain menjadi prioritas di grup atau paguyuban, kami juga mendapatkan layanan yang sangat baik oleh setiap pegawai BRI,” aku Alfrida.
Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai agen seperti ini punya peran krusial. Di daerah terpencil, mereka adalah ujung tombak inklusi keuangan.
“Di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Distrik Dekai, keberadaan BRILink Agen menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat,” jelas Dhanny.
“Layanan ini selain membantu memudahkan aktivitas transaksi warga sekaligus turut mendukung penguatan ekonomi lokal melalui peran agen di daerah.”
Inisiatif semacam ini, secara tak langsung, sejalan dengan visi pemerataan ekonomi. Membangun dari bawah. Menciptakan lapangan kerja dan mendorong wirausaha di daerah yang paling membutuhkan. Seperti yang dilakukan Alfrida di Dekai: satu transaksi, satu langkah, untuk memutar roda ekonomi lokal.
Artikel Terkait
Pengawasan Ketat UTBK SNBT 2026 di UI, Termasuk Pemeriksaan Hijab untuk Cegah Kecurangan
BNI Dampingi 430 Perempuan Pengrajin Lontar di Flores Timur Tingkatkan Kesejahteraan
Harga Minyakita Melonjak, Dampak Kenaikan Menyebar ke 207 Kabupaten/Kota
Trump Ancam Iran dengan Masalah Belum Pernah Terjadi, Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Blokade