Honda Tersudut: Gempuran EV China dan Perubahan Selera Konsumen Menggerus Pasar

- Jumat, 16 Januari 2026 | 08:36 WIB
Honda Tersudut: Gempuran EV China dan Perubahan Selera Konsumen Menggerus Pasar

Bahkan salah satu andalan penjualan Honda, HR-V, eksistensinya mulai terusik. Serbuan produk China di segmen yang paling gemuk ini begitu masif. BYD Atto 3, Jaecoo J5 EV, hingga Chery Omoda E5, semuanya menawarkan teknologi mutakhir plus biaya kepemilikan yang rendah.

“Pada akhirnya, keterlambatan Honda di elektrifikasi murah membuka celah dan agresivitas China, mengisinya dengan inovasi serta harga yang sangat kompetitif,”

ujarnya.

”Sehingga, Honda bukan hanya tertinggal dari sisi elektrifikasi, tetapi juga kalah pada metrik utama yang kini paling menentukan keputusan pembelian, yakni value for money,”

pungkas Yannes.

Melihat Kembali Performa Empat Tahun

Jika ditarik mundur, sebenarnya performa Honda di Indonesia sudah menunjukkan tren yang kurang menggembirakan hingga akhir 2025. Data dari Gaikindo menunjukkan, penjualan wholesales Honda anjlok hingga 40,4 persen.

Ceritanya berbeda di 2022, pasca pandemi. Saat itu Honda masih bisa mencatatkan penjualan tahunan 131.280 unit, meraih pangsa pasar 12,5 persen dan berada di posisi ketiga teratas.

Posisinya bahkan menguat di 2023. Pangsa pasar naik jadi 13,8 persen dengan penjualan 138.967 unit. Honda Brio jadi pahlawan saat itu, diandalkan karena konsumsi BBM-nya irit, harganya terjangkau, tapi tetap membawa aura premium khas Honda.

Memasuki 2024, angin berubah. Industri otomotif nasional sendiri berat, dengan total penjualan anjlok 13,9 persen. Honda termasuk yang terpukul paling keras di antara pabrikan Jepang, dengan penurunan penjualan 31,8 persen menjadi 94.742 unit. Pangsa pasarnya menyusut ke 10,9 persen.

Dan gejolak di 2025 makin menekan. Invasi brand China yang tak terbendung, ditambah daya beli yang lesu, jadi kombinasi mematikan. Hasilnya, penjualan Honda minus 40,4 persen, hanya 56.500 unit hingga akhir tahun. Posisinya tergeser dari peringkat ketiga sejak 2022, turun ke posisi kelima. Sebuah penurunan yang terasa cukup tajam.


Halaman:

Komentar