Kabar soal Denza B5, sebuah PHEV baru yang rencananya masuk ke Indonesia, jadi salah satu berita yang ramai dibicarakan di kumparanOTO pada Kamis lalu. Tapi, itu bukan satu-satunya. Ada dua topik lain yang juga menyedot perhatian: tren harga hybrid yang turun dan gelombang 'hijrah' pengguna bensin, plus fakta bahwa gempuran mobil China ternyata belum benar-benar mengusik dominasi Toyota-Daihatsu di sini.
Denza B5: Sinyal Kuat dari China untuk Indonesia
Dari kunjungan ke China, ada satu hal yang menarik perhatian. Di sela agenda melihat fasilitas baru BYD Group di Zhengzhou, saya menemukan sebuah SUV yang menurut saya mengirim sinyal kuat. Itu adalah Denza B5.
Unit yang saya lihat bukan cuma pajangan biasa. Detail-detailnya menunjukkan persiapan untuk pasar ekspor, dan Indonesia kemungkinan besar jadi salah satu tujuannya. Sebenarnya, nama Denza B5 sendiri sudah cukup dikenal di pasar domestik Tiongkok.
Harga Hybrid Turun, Pengguna Bensin Mulai Beralih
Lalu, bagaimana dengan pasar hybrid di dalam negeri? Menurut Syahda Sabrina, peneliti dari LPEM FEB UI, kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) punya daya tarik sendiri. Ia bisa menarik konsumen dari mobil konvensional (ICE) maupun mobil listrik baterai (BEV).
Artikel Terkait
Luhut Kenang Keteladanan dan Kesetiaan Try Sutrisno
15 Penerbangan Internasional Batal di Bandara Bali Imbas Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit
Wamenkeu: APBN Fleksibel dan Siap Hadapi Gejolak Global