“Kalau kita lihat, memang ada kecenderungan dari seluruh jenis, baik ICE dan BEV itu akan pindah ke hybrid apabila harga hybrid itu turun. Dengan asumsi, harga dan jenis mobil lain tidak berubah,”
Ucap Syahda di Bandung, Jumat (9/1/2025). Penurunan harga sekitar 10 persen itu rupanya sudah langsung terasa dampaknya, memicu perpindahan massal alias 'hijrah' dari pengguna mobil bensin.
Dominasi Toyota-Daihatsu Masih Kokoh
Di sisi lain, meski serbuan mobil China di tahun 2025 terasa begitu agresif dengan merek-merek baru, fitur canggih, dan harga kompetitif peta persaingan ternyata belum benar-benar bergeser.
Faktanya, merek Jepang yang sudah puluhan tahun bercokol masih bertahan di puncak. Toyota dan Daihatsu, dua raksasa itu, sepertinya masih terlalu tangguh untuk digeser hanya dalam waktu singkat. Gelombang dari China memang dahsyat, tapi belum cukup untuk mengubah dominasi yang sudah mengakar begitu dalam.
Artikel Terkait
Luhut Kenang Keteladanan dan Kesetiaan Try Sutrisno
15 Penerbangan Internasional Batal di Bandara Bali Imbas Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit
Wamenkeu: APBN Fleksibel dan Siap Hadapi Gejolak Global