Donat Ayam Klungkung hingga Klepon Mochi: Dough Darlings dari Bali Hadir Sementara di Jakarta

- Kamis, 15 Januari 2026 | 16:06 WIB
Donat Ayam Klungkung hingga Klepon Mochi: Dough Darlings dari Bali Hadir Sementara di Jakarta

Bagi penggemar donat di Jakarta, ada kabar gembira. Dough Darlings, merek donat artisan yang tenar dari Bali, akhirnya buka pop-up store di Gafoy, Mall Kelapa Gading. Mereka resmi hadir untuk sementara waktu.

Yang ditawarkan di sini bukan donat biasa. Variannya unik, bahkan bisa dibilang anti-mainstream. Bayangkan, ada donat dengan topping ayam klungkung atau ayam bejek. Untuk yang suka manis, ada klepon mochi dan donat rasa pie susu. Kami sempat mencicipinya langsung.

Donat ayam klungkung, misalnya. Aroma smokey-nya langsung tercium begitu disajikan. Tekstur donatnya empuk banget, dengan perpaduan rasa yang cukup kuat: manis, gurih, dan pedas sekaligus. Cocok buat yang ingin sesuatu yang berbeda dari rasa cokelat atau krim.

Sementara itu, donat ayam bejek menawarkan sensasi segar. Topping ayamnya dipadu taburan kecombrang, memberikan sentuhan rempah khas Bali yang unik. Rasanya benar-benar lain dari yang lain.

Di sisi lain, varian manisnya juga tak kalah menarik. Klepon mochi punya lapisan luar yang chewy, dipadukan coconut cream lembut dan isian gula merah. Rasanya familiar seperti klepon biasa, tapi teksturnya lebih berlapis dan menarik.

Lalu ada pie susu. Kalau biasanya pie susu teksturnya keras, di sini diubah jadi donat yang fluffy. Ditambah taburan crumble di atasnya, jadilah donat dengan rasa manis yang pas dan tidak bikin enek.

Menurut Co-Founder Dough Darlings, Ivan Mario Halim, pilihan rasa Bali ini punya alasan yang personal. Dari sanalah brand ini tumbuh dan belajar menghubungkan rasa, budaya, dan cerita.

“Inspirasi cita rasa Bali kami bawa sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan kuliner lokal yang berani dan penuh karakter. Nilai ini yang terus kami jaga dalam setiap kreasi Dough Darlings,” ujar Ivan.

Soal nama Dough Darlings sendiri, Ivan punya cerita sederhana.

"Dough itu kan adonan, darlings artinya kesayangan. Intinya, kami ingin brand ini jadi bagian dari hal-hal yang bikin mood jadi happy, jadi 'kesayangan' yang bisa bikin hari-hari orang lebih baik," jelasnya.

Namun begitu, kehadiran mereka di Jakarta ini hanya sementara. Ivan menyebut pop-up store ini akan beroperasi sampai Maret 2026, atau sekitar satu setengah bulan ke depan.

Sejak berdiri tahun 2015, Dough Darlings mengaku konsisten pada kualitas premium. Proses pembuatannya sepenuhnya hand-crafted, dari bahan pilihan sampai teknik pengolahan yang dirancang khusus. Tujuannya, menciptakan pengalaman kuliner, bukan sekadar camilan.

"Semua dibuat manual pakai tangan, nggak pakai mesin. Mulai dari adonan sampai filling-nya. Itu komitmen kami untuk kualitas artisanal," kata Ivan.

Sebagai brand lokal, kekayaan rasa Nusantara jadi DNA utama mereka. Berawal dari Bali, mereka kini punya basis penggemar kuat dan bahkan sudah merambah ke Doha, Qatar. Kehadiran di Jakarta adalah bagian dari perjalanan untuk memperkenalkan cita rasa lokal dengan sentuhan modern yang cocok untuk gaya hidup urban.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman Dough Darlings secara utuh di Jakarta. Kota ini punya dinamika dan selera yang menarik, jadi ruang yang tepat untuk berbagi cerita dan dedikasi di balik setiap donat," tambah Ivan.

Jadi, gimana? Penasaran untuk coba?

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar