Kartu merah itulah yang memicu banyak komentar. Insiden itu terjadi saat Fortuna Sittard berhadapan dengan Ajax Amsterdam, Desember lalu. Aksi tekelnya pada Rayane Bounida dianggap keterlaluan oleh banyak pengamat.
Menanggapi hal itu, Hubner tampak sedikit kesal dengan stereotip yang melekat. “Saya juga menghadapi banyak kritik, dari orang-orang yang berpikir saya bisa menjatuhkan siapa saja,” katanya.
Tapi dengan nada percaya diri, ia menambahkan, “Tapi seperti yang Anda lihat, saya juga bisa bermain sepak bola dan bertahan.”
Namun begitu, pemain berusia 22 tahun itu tak menutup mata. Dia mengakui bahwa kadang emosi dan intensitasnya meluap-luap. Itu sesuatu yang harus dikendalikan. “Saya harus lebih menunjukkan itu, dan terkadang tetap sedikit lebih tenang,” ucap Hubner.
Komitmennya jelas. Jika bisa lebih kalem, ia yakin tak ada lawan yang bisa menembus barisan pertahanannya. “Jika saya tetap tenang, tidak ada yang bisa melewati saya,” tutup mantan pemain Cerezo Osaka itu.
Artikel Terkait
Imsak di Bekasi Pukul 04.32 WIB, Berbuka 18.14 WIB
Israel Klaim Khamenei Tewas, Iran Bantah dan Nyatakan Pemimpinnya Selamat
Iran Lancar Serangan Balasan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah
Imsak Jakarta 1 Maret 2026 Pukul 04.33 WIB, Azan Subuh 04.43 WIB