SITTARD – Gelombang kritik akhir-akhir ini memang mengalir deras ke arah Justin Hubner. Bek Timnas Indonesia itu dituding bermain terlalu agresif di Eredivisie. Tapi, tanggapannya justru mengejutkan. Alih-alih membela diri, pemain Fortuna Sittard itu menerima semua masukan dengan lapang dada. Bahkan, dia berjanji akan berusaha tampil lebih tenang ke depannya.
Bagi Hubner, gaya keras yang ia bawa bukan tanpa alasan. Itu adalah warisan dari masa-masanya di Inggris. “Eredivisie butuh waktu untuk beradaptasi, karena di Inggris kami bermain lebih keras,” ujarnya.
Dia melanjutkan, “Mereka tidak terbiasa dengan tekel saya di sini.”
Memang, atmosfer di Liga Belanda terasa berbeda baginya. Padahal, ini adalah musim pertamanya Hubner di kasta tertinggi Belanda. Setelah hengkang dari Wolverhampton Wanderers U-21, Fortuna Sittard menjadi pelabuhan barunya. Sebelumnya, dia sempat membela akademi Den Bosch, tapi tak pernah sampai ke level Eredivisie.
Statistiknya sejauh ini cukup menarik. Dari 12 penampilan, ia sudah menyumbang satu gol. Namun di sisi lain, catatan disiplinnya mengkhawatirkan: lima kartu kuning dan satu kartu merah sudah ia kumpulkan.
Artikel Terkait
Yang Penting Pesannya Bagus: Menguak Bahaya di Balik Nasihat yang Tampak Bijak
Potongan Harga 43% untuk Tiket Whoosh Sambut Libur Isra Miraj 2026
Alpukat: Rahasia Usus Sehat yang Tersembunyi di Balik Rasa Creamy
Ketika Semua Orang Sok Tahu: Mengapa Pakar Tak Lagi Dianggap di Era Digital