Kemenag Salurkan Rp1,25 Miliar untuk Rehab Masjid dan Lembaga Agama Terdampak Bencana

- Rabu, 14 Januari 2026 | 17:30 WIB
Kemenag Salurkan Rp1,25 Miliar untuk Rehab Masjid dan Lembaga Agama Terdampak Bencana

Bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah ibadah di daerah terdampak bencana akhirnya turun juga. Kementerian Agama, lewat Ditjen Bimas Islam, menggelontorkan dana tak sedikit totalnya mencapai Rp1,25 miliar. Uang sebesar itu dialokasikan untuk dua hal utama. Pertama, sebanyak Rp750 juta dikhususkan buat rehab masjid dan musala yang rusak.

Di sisi lain, sisa dana Rp500 juta disalurkan ke berbagai lembaga. Penerimanya macam-macam, mulai dari majelis taklim, ormas Islam, sampai yayasan. Para tokoh agama juga mendapat bagian.

Nah, untuk masjid atau musala yang kondisinya parah, bantuan per unitnya bisa mencapai Rp50 juta. Tujuannya jelas: agar bangunan-bangunan itu cepat bisa dipakai lagi.

Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, angkat bicara soal ini. Menurutnya, bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian negara.

“Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat pemulihan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan, sekaligus menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit,” ujar Arsad, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, upaya Kemenag dalam kontribusi rehabilitasi ini akan terus dilakukan. Fokusnya, agar semua tempat ibadah dan lembaga keagamaan yang rusak bisa berfungsi normal seperti sedia kala. Rasa empati terhadap musibah yang menimpa warga menjadi latar belakangnya.

“Kami sangat berempati. Ketika masjid atau musala tidak bisa dipakai karena bencana, negara hadir. Bantuan ini agar rumah ibadah bisa segera kembali jadi pusat ibadah dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Arsad juga menggarisbawahi satu hal. Fungsi masjid dan musala, dalam pandangannya, jauh lebih luas dari sekadar tempat shalat. Itu adalah pusat pembinaan umat, penguatan spiritual, sekaligus wadah kegiatan sosial warga. Perannya vital di tengah komunitas.

Harapan terakhir, melalui bantuan finansial ini, masyarakat yang terdampak banjir bisa merasakan sedikit kenyamanan. Mereka bisa beribadah dengan lebih tenang dan aman. Yang paling penting, mereka merasakan bahwa negara tak absen di saat-saat sulit.

“Dengan bantuan ini, kami berharap masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali beraktivitas secara normal, menjalankan ibadah dengan tenang, dan mendapatkan penguatan spiritual dalam proses pemulihan,” pungkas Arsad.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar