Target ambisius datang dari Bank BTN. Mereka memproyeksikan bisnis wealth management atau pengelolaan kekayaannya bakal melesat 15 persen per tahun, dengan tahun 2026 sebagai batas waktunya. Angka itu bukan sekadar angan-angan, melainkan didasari tren yang sudah terlihat.
Oni Febriarto Rahardjo, Wakil Direktur Utama BTN, menegaskan bank ini tak mau diam. Mereka terus berbenah dan berinovasi agar tetap relevan mengikuti setiap tahap kehidupan finansial nasabahnya, tak terkecuali di kota seperti Surabaya. Inovasi yang progresif akan terus digenjot, terutama lewat diversifikasi produk untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah.
"BTN sedang memperluas perannya. Dari yang awalnya dikenal kuat di pembiayaan perumahan, kini kami bertransformasi menjadi bank dengan layanan yang jauh lebih komprehensif," jelas Oni dalam rilis pers Minggu (1/3/2026).
Dia melanjutkan, "Harapannya, nasabah bisa memenuhi semua kebutuhan transaksi, pembiayaan, sampai investasi cuma dalam satu ekosistem saja."
Di sisi lain, Rully Setiawan, Direktur Network & Retail Funding BTN, membeberkan data yang cukup menggembirakan. Hingga akhir 2025 lalu, segmen wealth management mereka sudah tumbuh dua digit, termasuk nilai aset kelolaan atau AUM-nya. Berkat kinerja gemilang ini, fee based income BTN dari bisnis tersebut melonjak 60 persen year-on-year di Desember 2025.
"Saat ini, nasabah wealth management kami sekitar 35 ribu secara nasional. Target tahun ini, kami ingin tumbuh sekitar 15 persen lagi," tutur Rully.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%