Kedubes Iran Buka Suara: Unjuk Rasa Damai Ditunggangi, AS dan Israel Dituding Intervensi

- Rabu, 14 Januari 2026 | 13:00 WIB
Kedubes Iran Buka Suara: Unjuk Rasa Damai Ditunggangi, AS dan Israel Dituding Intervensi

"Secara khusus, pernyataan-pernyataan terakhir Presiden dan beberapa pejabat ekstremis AS, yang secara eksplisit mengandung ancaman dan provokasi untuk melakukan kekerasan di dalam Iran."

Klaimnya makin kuat. Mereka menyebut dukungan terbuka dari Perdana Menteri Israel justru memicu intensifikasi aksi teror dan destabilisasi. Ironis, menurut mereka, karena rezim Zionis sendiri punya catatan kelam agresi terhadap warga Iran. Upaya memanfaatkan tuntutan ekonomi rakyat untuk tekanan politik atau ancaman militer disebut sebagai pelanggaran nyata terhadap integritas wilayah Iran.

Lantas, bagaimana respon aparat? Pihak Kedubes menyebut penegak hukum bertindak dengan menahan diri, proporsional, demi menjaga ketertiban. "Melindungi nyawa warga negara, termasuk para pengunjuk rasa damai, selalu menjadi prioritas," klaim mereka, meski mengakui ada korban jiwa di kedua belah pihak akibat aksi elemen teroris.

Di tengah situasi rumit ini, pemerintah Iran mengaku tak tutup mata. Mereka paham akar masalahnya adalah ekonomi dan sosial. Beberapa langkah praktis seperti paket bantuan untuk kelompok rentan dan dialog dengan perwakilan serikat pekerja diklaim telah diagendakan. Tujuannya, meredakan tekanan hidup dan memulai reformasi.

Namun, mereka juga tak lupa menyalahkan sanksi sepihak AS sebagai biang kerok tekanan ekonomi yang selama ini membelit rakyat.

Di akhir pernyataan panjangnya, Kedubes Iran menegaskan komitmen ganda: melindungi hak demonstrasi damai warganya, sekaligus menjaga keamanan publik sebagai tanggung jawab utama. Dua hal ini, kata mereka, dijalankan bersamaan tanpa kompromi.

Pesan khusus juga disampaikan untuk media dan publik Indonesia. Mereka berharap pemberitaan soal Iran dilakukan secara komprehensif, adil, dan berdasarkan fakta utuh, bukan narasi yang selektif.

"Republik Islam Iran menekankan kelanjutan hubungan persahabatan dengan Republik Indonesia yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan menganggap dialog dan kerja sama sebagai jalan terbaik," tutup pernyataan itu, mengakhiri penjelasan resmi mereka mengenai kerusuhan yang menyita perhatian dunia itu.


Halaman:

Komentar