Yang menarik, kunjungan itu malah membawanya ke peran yang tak terduga. Awalnya cuma berniat liburan, Atin justru mendapat tawaran untuk membantu klub KL Rangers. Mereka sebenarnya ingin merekrutnya sebagai pemain, tapi waktu itu kontraknya di Maladewa masih berlaku.
"Nah, setelah itu, itu kan mau perebutan poin kelimalah, ternyata nggak ada pelatih kipernya. Ditanyalah sama pelatih dan manajer aku, minta bantuan. Karena memang sudah basic, aku bilang bisa. Akhirnya aku ke sana jadi pelatih, bukan jadi pemain,"
ceritanya tentang pengalaman singkat menjadi asisten pelatih kiper.
Meski sempat merasakan dunia kepelatihan, fokus utama Atin saat ini jelas masih di antara tiang gawang. Ia merasa performanya masih bagus dan keinginan untuk berlaga sebagai atlet masih sangat besar. Tapi, ia juga sudah mulai memandang jauh ke depan.
"Kalau untuk sekarang sih aku ngerasa performa aku masih oke, aku masih pengin jadi atlet. Tapi aku sudah mikirin pengen ambil lisensi pelatih kiper,"
aku Atin.
Ia punya harapan khusus. Ke depannya, ia ingin bisa melatih kiper-kiper perempuan sebuah peran yang masih sangat langka di tanah air.
"Jadi insyaallah ke depannya aku pikirin matang-matang, karena memang sudah ada planning juga pengin ambil kursus pelatih kiper,"
tutupnya, menandakan bahwa pikirannya sudah menjangkau jauh melampaui karir bermainnya.
Artikel Terkait
Indonesia Prioritaskan Keselamatan WNI di Iran Usai Serangan AS-Israel
Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hantam Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah
Indonesia Siap Kawal Industri Panel Surya Hadapi Penyelidikan Antisubsidi AS
AS Bergabung dengan Israel Serang Iran, Kekuatan Militer Kedua Negara Jomplang