Janice Tjen Ungkap Tantangan Jadi Atlet Tenis Indonesia: Minim Turnamen & Fasilitas

- Senin, 17 November 2025 | 13:06 WIB
Janice Tjen Ungkap Tantangan Jadi Atlet Tenis Indonesia: Minim Turnamen & Fasilitas
Perjuangan Janice Tjen: Tantangan Jadi Atlet Tenis Indonesia dan Hijrah ke AS

Perjuangan Janice Tjen: Hijrah ke AS Demi Wujudkan Mimpi Tenis Profesional

Mewujudkan mimpi menjadi atlet tenis berkelas dunia mengharuskan Janice Tjen mengambil langkah berani. Petenis berdarah Jakarta ini memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan memulai perjalanannya ke Amerika Serikat demi meraih jam terbang dan pengalaman kompetisi yang lebih tinggi.

Keputusan ini tidak terlepas dari kondisi tenis profesional di dalam negeri. Saat ini, Indonesia tidak memiliki turnamen tenis profesional bertaraf internasional yang dapat menjadi wadah bagi atlet lokal untuk berkembang. Hal ini memaksa Janice untuk secara mandiri mencari dan mengikuti turnamen di luar negeri dengan biaya sendiri.

Dalam sebuah wawancara, Janice mengungkapkan kesulitan terbesar yang dihadapi atlet tenis Indonesia. "Tantangan paling susahnya itu sebagai atlet tenis Indonesia adalah tidak adanya turnamen profesional di Indonesia untuk saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan, "Untuk bisa bertanding dan berlatih dengan lawan-lawan di level internasional, saya harus melakukan perjalanan ke luar negeri. Proses ini tidak mudah dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit."

Selain minimnya turnamen, Janice juga menemukan perbedaan fasilitas yang signifikan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kualitas fasilitas latihan dan kompetisi di AS jauh lebih unggul, yang sempat membuatnya terkagum-kagum.

Perjalanan kariernya di AS dimulai dari turnamen tenis antarkampus. Menurut Janice, program latihan dan lingkungan kompetisi di sana sangat berbeda dengan yang ia temui di Indonesia. Dukungan orang tua dan pencarian informasi yang matang menjadi kunci awalnya.

"Orang tua saya yang banyak membantu, terutama dalam mencari informasi tentang liga mahasiswa dan sistem kuliah di Amerika. Saat melakukan kunjungan ke beberapa kampus, saya benar-benar terkejut dengan kualitas fasilitas dan lingkungan latihan mereka," kenang Janice.

Ia juga menyoroti tingkat persaingan yang tinggi. "Program latihan mereka sangat bagus, dan pemain yang direkrut berasal dari seluruh dunia, bukan hanya Amerika. Kompetisi di tingkat kampus ini seperti gambaran awal atau trial sebelum benar-benar terjun ke dunia tenis profesional," pungkasnya.

Kisah Janice Tjen ini menyoroti tantangan sistematis yang dihadapi atlet tenis Indonesia dan pentingnya dukungan infrastruktur untuk mencetak atlet berkelas dunia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar