Kia Resmi Transformasi, Siapkan Babak Baru di Indonesia

- Selasa, 13 Januari 2026 | 08:36 WIB
Kia Resmi Transformasi, Siapkan Babak Baru di Indonesia

Tahun 2026 bakal jadi titik balik buat Kia di Indonesia. Bukan sekadar ganti tahun, tapi lebih ke awal babak baru. Perusahaan asal Korea Selatan itu resmi mengumumkan transformasi besarnya, sebagai bentuk komitmen jangka panjang mereka di pasar otomotif nasional yang semakin dinamis.

Di markas kumparan, mereka memperkenalkan identitas barunya: PT Kia Sales Indonesia (KSI). Perubahan nama entitas ini bukan cuma formalitas. Menurut mereka, ini langkah awal buat pendekatan yang lebih fokus, lincah, dan tentu saja, mengarah ke masa depan.

Managing Director KSI, Bayu Riyanto, yang ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, Senin (12/1/2026) lalu, mencoba menjelaskan semangat di balik perubahan ini.

"Logo Kia kan sudah berganti di tahun 2021. Nah, spirit baru itulah yang mau kami bawa untuk membentuk ulang brand Kia di sini," ujar Bayu.

"Kita sebenarnya bukan merek baru. Keberadaan kami di Indonesia sudah lebih dari 25 tahun. Sudah lama."

Bayu bercerita, selama lebih dari dua dekade itu, Kia telah menemani mobilitas banyak keluarga Indonesia dengan beragam produknya. Kehadirannya ternyata sudah mengakar, bahkan sampai ke daerah-daerah.

Dia memberi contoh nyata.

"Ambil contoh satu diler di Bandung, Jawa Barat. Mereka masih bisa menangani 300 sampai 500 mobil per bulan. Kalau setahun, bisa 3.000 hingga 4.000 unit. Itu artinya, secara merek, kita sudah punya "consumer base" sendiri di sini," terangnya.

Kini, di bawah payung langsung Kia Global, PT KSI merasa lebih siap. Siap menghadapi pasar yang geraknya cepat sekali dan penuh warna. Tujuannya jelas: melanjutkan eksistensi yang sudah dibangun puluhan tahun.

Mereka memandang, pendekatan bisnis sekarang harus terfokus dan terintegrasi. Bukan cuma soal jual mobil baru, tapi juga membangun pengalaman kepemilikan yang utuh buat pelanggan.

"Kia percaya, brand yang bertahan lama dibangun dari konsistensi, kepercayaan, dan kemampuan adaptasi dengan kebutuhan pasar," tegas Bayu.

Adaptasi itu penting. Lihat saja jejak mereka. Banyak nama yang sudah melekat di benak masyarakat, dari generasi ke generasi. Picanto, Carnival, Carens, sampai Sportage. Lalu yang anyar seperti Seltos, Sonet, dan mobil listrik EV6 serta EV9.

Dengan fondasi baru ini, Kia berharap bisa mengambil keputusan lebih cepat, lebih dekat dengan pasar, dan kontribusinya lebih relevan bagi ekosistem otomotif dalam negeri.

Fase baru ini, pada intinya, adalah persiapan menjawab tantangan industri ke depan. Mulai dari transformasi teknologi, isu keberlanjutan, hingga kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang terus berubah.

Bayu menutup pembicaraan dengan penegasan.

"Satu hal yang pasti, Kia berkomitmen untuk terus tumbuh bersama Indonesia. Semangat baru ini kami bangun di atas perjalanan panjang yang sudah kami lalui."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar