PT Bank Tabungan Negara (BBTN) punya target ambisius. Mereka membidik dana murah atau CASA hingga Rp5 triliun. Caranya? Dengan mengandalkan sinergi strategis bersama PT Pos Indonesia. Langkah konkretnya dimulai dari rebranding produk lama, Tabungan BTN Pos, yang sebelumnya dikenal sebagai e’Batarapos.
Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, perubahan ini bukan sekadar ganti nama. Ini adalah upaya agresif untuk menjangkau segmen yang selama ini mungkin belum tersentuh optimal. “Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp5 triliun,” tegas Nixon dalam acara peluncuran.
Dia melanjutkan, “Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan.”
Fokusnya jelas: daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan generasi muda, terutama Gen Z. Strateginya mengandalkan fitur cardless melalui aplikasi Bale by BTN. Jadi, nasabah tak perlu lagi repot membawa buku tabungan fisik saat bertransaksi di kantor pos. Cukup lewat ponsel.
“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik,” ujar Nixon.
Di sisi lain, kolaborasi ini punya sejarah panjang. Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, mengungkapkan kerja sama kedua BUMN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. “Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama,” kenang Haris.
Menurutnya, kekuatan Pos Indonesia ada pada jaringan fisik yang luar biasa dan kepercayaan publik. “Bagi masyarakat di banyak daerah, Kantorpos itu bukan hanya tempat kirim surat atau paket. Di sana ada fungsi layanan keuangan, layanan sosial, bahkan fungsi negara,” paparnya.
Sinergi ini diharapkan jadi jawaban atas tantangan digital. Jaringan pos yang menjangkau pelosok, dipadukan dengan teknologi perbankan BTN. Nixon melihat peluang besar. Saat ini saja, sudah ada lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang dilayani hampir 3.000 outlet pos.
“Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone,” jelas Nixon. Kombinasi inilah yang diharapkan bisa mendongkrak inklusi keuangan sekaligus menghimpun dana.
Tak berhenti di tabungan. Dalam gelaran BTN x PosIND Festival 2026, mereka juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Haris menyebut ini sebagai bagian dari skenario besar. “Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantorpos. Ini baru sebagian,” katanya.
Jadi, langkah BTN ini terlihat cukup komprehensif. Mulai dari rebranding, penetapan target Rp5 triliun, pemanfaatan jaringan pos yang masif, hingga pengembangan fitur digital. Semuanya bertujuan agar BTN bisa menjadi bank transaksional sehari-hari yang benar-benar merakyat, dari kota besar hingga ke desa terpencil.
Artikel Terkait
Australia Minat Impor Pupuk Urea dari Indonesia, Pemerintah Utamakan Kebutuhan Petani Lokal
BMKG Bantah Isu Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun
Kemnaker Dorong Perusahaan Buka Peluang Kerja untuk Lansia
Bangkok United Gagal ke Final, Harapan Arhan Juarai Kompetisi Asia Pupus