Di sisi lain, ada kabar baik untuk pihak yang diharapkan Presiden. Jumlah personel TNI dan Polri yang bertugas sebagai petugas haji tahun ini ternyata meningkat signifikan. Bahkan, disebut-sebut naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah petugas dari TNI, Polri dua kali lipat dari tahun yang lalu," ujar Wachid.
Menurutnya, kehadiran anggota TNI-Polri dalam penyelenggaraan haji itu penting. Ia menilai medan di tanah suci punya tantangan fisik yang tidak main-main. Butuh ketangguhan khusus.
"Di Arab Saudi meskipun nanti di bulan Juni sudah mulai memasuki bulan panas, suhu panas dan itu dibutuhkan seorang yang benar-benar patriotis yaitu TNI dan Polri," paparnya.
Jadi, meski keinginan awal Presiden belum sepenuhnya terwujud, komposisi petugas haji tahun ini menunjukkan pergeseran. Ada porsi lebih besar untuk TNI-Polri, tapi tetap menyisakan tempat bagi kader ormas. Sebuah kompromi yang, bagi Wachid, patut disyukuri.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli