Darah dingin pelaku sepertinya belum berhenti. Dia kemudian berpindah ke lokasi ketiga dan membunuh dua pria lainnya. Salah satunya adalah sang pendeta.
Untungnya, aksi buruannya berakhir cepat. Polisi segera bergerak setelah mendapat laporan melalui panggilan darurat 911. Moore berhasil diamankan di sebuah lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian terakhir.
Hingga kini, motif di balik semua kekejaman ini masih gelap. Motif apa pun tampaknya tak akan pernah bisa menerangkan kebiadaban yang terjadi.
“Secara pribadi, saya tidak tahu motif apa yang mungkin Anda miliki untuk membunuh seorang anak berusia 7 tahun,”
kata Colom, menyiratkan betapa tak masuk akalnya tindakan Moore. Investigasi masih terus berlanjut untuk menyibak semua pertanyaan yang tersisa.
Artikel Terkait
Bapanas dan Pemprov Papua Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan
Massa Amuk Mobil Toyota Calya yang Nekat Melawan Arus di Gunung Sahari
Presiden Prabowo Sambut Antusiasme Diaspora Indonesia di UEA
Yordania Dukung Rencana Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza