Kemarahan Warga Minneapolis Meledak, Aksi Massa Serentak Guncang AS Usai Penembakan oleh ICE

- Minggu, 11 Januari 2026 | 10:55 WIB
Kemarahan Warga Minneapolis Meledak, Aksi Massa Serentak Guncang AS Usai Penembakan oleh ICE

Sebenarnya, Minnesota sudah lama jadi titik panas. Beberapa bulan sebelum tragedi Good, pemerintahan federal memang gencar menggalakkan deportasi. Presiden Trump bahkan kerap menyasar para pemimpin Demokrat di sana, menyoroti skandal penipuan kesejahteraan yang melibatkan sebagian anggota komunitas Somalia-Amerika yang besar.

Kembali ke Minneapolis, Wali Kota Jacob Frey berusaha menenangkan situasi. Dalam konferensi pers Sabtu pagi, Demokrat yang kerap mengkritik ICE ini menyebut aksi masih berjalan damai. Tapi dia juga mengingatkan, siapa pun yang merusak akan ditangkap.

Peringatannya bukan tanpa alasan. Malam sebelumnya, Jumat (9/1), suasana sempat memanas. Lebih dari 200 aparat dikerahkan setelah aksi berujung kerusakan. Beberapa jendela Hotel Depot Renaissance dirusak, menimbulkan kerugian sekitar $6.000. Sementara itu, upaya sejumlah demonstran memasuki Hotel Hilton Canopy yang diduga menjadi tempat tinggal agen ICE berakhir dengan 29 orang ditangkap. Menurut Kepala Polisi Brian O’Hara, aksi yang awalnya cuma "protes kebisingan" itu membesar setelah kerumunan mencapai lebih dari seribu orang.

Di sisi lain, tiga anggota Kongres Demokrat Minnesota Angie Craig, Kelly Morrison, dan Ilhan Omar mendapati pintu tertutup saat hendak mengunjungi markas regional ICE dekat Minneapolis pada Sabtu pagi. Mereka ditolak masuk. Langkah ini langsung mereka kecam.

Memang, aturan federal melarang DHS menghalangi anggota Kongres memasuki lokasi penahanan ICE. Tapi belakangan, DHS kerap membatasi kunjungan semacam ini, terutama dari anggota parlemen Partai Demokrat.

Menanggapi penolakan itu, juru bicara DHS Tricia McLaughlin punya alasan sendiri. Dia menyebut larangan masuk itu untuk menjamin "keselamatan para tahanan dan staf." McLaughlin juga menegaskan, kebijakan DHS mewajibkan pemberitahuan tujuh hari sebelumnya untuk kunjungan ke fasilitas mereka. Rupanya, ketegangan antara cabang eksekutif dan legislatif ini juga ikut memanas, beriringan dengan aksi massa di jalanan.


Halaman:

Komentar