Pembicaraan besar-besaran kembali bergulir di dunia pertambangan global. Rio Tinto Group, raksasa tambang asal Australia-Inggris, dikabarkan kembali membuka negosiasi untuk membeli Glencore Plc. Kalau jadi, merger ini bakal melahirkan perusahaan tambang terbesar di planet ini, dengan nilai pasar yang fantastis.
Menurut laporan Bloomberg yang dirilis Jumat (9/1/2026), nilai gabungan keduanya bisa mencapai sekitar 200 miliar dolar AS. Angka itu setara dengan Rp3.500 triliun jumlah yang sulit dibayangkan. Ini bukan kali pertama mereka bicara. Sekitar setahun lalu, Rio Tinto sudah pernah menjajaki akuisisi, tapi percakapan itu mentah di tengah jalan.
Kedua perusahaan, dalam pernyataan terpisah pada Kamis, mengonfirmasi hal ini.
"Kedua perusahaan tengah membahas potensi penggabungan sebagian atau seluruh bisnis mereka," begitu bunyi pernyataan mereka.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli