JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela

- Minggu, 11 Januari 2026 | 04:25 WIB
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela

Kini, angin perubahan berhembus. Pemerintah AS berencana melonggarkan sanksi secara selektif, seiring dengan dimulainya pemasaran minyak Venezuela. Departemen Energi AS bahkan menyebut hasil penjualan minyak akan ditempatkan di rekening yang dikendalikan AS di bank-bank global.

Dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih, CEO ConocoPhillips Ryan Lance menyoroti peran bank-bank AS. Ia mengatakan bank-bank seperti Export-Import Bank mungkin perlu terlibat dalam pendanaan investasi minyak Venezuela.

Lalu, seperti apa bentuk keterlibatan JPMorgan? Beberapa jalur sedang dipertimbangkan. Salah satu ide yang sempat mengemuka secara internal adalah membentuk bank perdagangan khusus untuk membiayai ekspor minyak. Gagasan ini punya preseden. Dulu, JPMorgan pernah memimpin konsorsium bank yang mengoperasikan Trade Bank of Iraq pasca-invasi 2003.

Bank ini juga punya jaringan kuat di kawasan penghasil minyak seperti Timur Tengah dan Afrika. Selain itu, mereka berpotensi memanfaatkan dana dari Security and Resiliency Initiative, sebuah rencana pendanaan senilai USD1,5 triliun untuk sektor-sektor strategis seperti mineral kritis sumber daya yang juga melimpah di Venezuela.

Untuk saat ini, aktivitas JPMorgan di Venezuela masih terbatas. Mereka diketahui memperdagangkan obligasi pemerintah Venezuela yang tidak terkena sanksi, tentu saja dengan mitra lepas pantai.

Secara terpisah, seorang sumber industri mengungkapkan peluang lain. Restrukturisasi utang dan pembiayaan di sektor energi bisa menjadi magnet bagi perbankan. Semuanya bergantung pada perkembangan politik dan kebijakan.

Pejabat Gedung Putih menyatakan pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mengevaluasi semua opsi dengan hati-hati. Prioritasnya adalah kepentingan terbaik bagi rakyat Amerika.

Jadi, meski peluangnya terbuka lebar, langkah selanjutnya masih menunggu keputusan politik yang penuh pertimbangan. Semua pihak tampaknya sedang menunggu dengan waspada.


Halaman:

Komentar