Nah, soal pemulihan ekonomi, pemerintah mendorong dari dua sisi. Pasokan dan permintaan. Caranya? Dengan menguatkan sektor-sektor penting seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Sementara itu, untuk menjaga daya beli masyarakat yang sempat terpuruk, bantuan sosial juga terus disalurkan.
Yang menarik, pemerintah nggak hanya berpikir untuk jangka pendek. Ada visi yang lebih jauh di sana. Rehabilitasi dan rekonstruksi ini diarahkan untuk menciptakan daerah yang lebih tahan banting, lebih tangguh jika suatu saat bencana datang lagi.
"Kita tidak hanya memulihkan, tetapi membangun daerah menjadi lebih baik dan lebih tangguh," tegas Pratikno menegaskan komitmen itu.
Untuk mewujudkannya, ada penguatan tata kelola. Peran BNPB dan Satgas dibuat lebih jelas. BNPB tetap fokus pada fase darurat, sementara Satgas akan memimpin fase pemulihan jangka panjang. Agar keputusan yang diambil tepat sasaran, Satgas juga didorong memiliki data tunggal yang presisi, terintegrasi dalam satu dashboard.
Aspek kesehatan pun tak luput dari perhatian. Pencegahan penyakit menular pascabanjir menjadi salah satu poin kritis dalam pemulihan sektoral ini. Semua diupayakan agar kehidupan di Sumatera bisa kembali berdenyut, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
Artikel Terkait
Aplikasi Access by KAI Kuasai 76% Transaksi Tiket di Kuartal I 2026
Gus Ipul Tegaskan Penerimaan Murid Sekolah Rakyat 2026 Hanya Berbasis Data DTSEN
Mendagri Tito Tegaskan WFH bagi ASN Wajib, Daerah Diberi Ruang Diskresi
Survei: 74,1 Persen Publik Puas dengan Kinerja Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran