Kalau kamu pernah ikut kelas Pound Fit, pasti familiar dengan momen penutupnya. Saat stik diturunkan dan lagu "Putri Iklan" dari ST12 atau lagu pop Indonesia lain mengalun. Suasana yang tadinya penuh energi, tiba-tiba jadi lebih santai dan riang.
Tapi tahukah kamu, di balik momen seru itu ada aturan main yang cukup ketat? Pound Fit ternyata bukan sekadar olahraga asal ayun stik. Ini program berlisensi global yang bermarkas di Amerika Serikat. Semua gerakan dan musiknya punya pakemnya sendiri.
Coach Riana Ree membocorkan hal ini dalam sebuah sesi Hangout di WTC Mangga Dua, Sabtu lalu.
"Jadi yang dari warm up sampai sebelum cooling down itu bukan saya yang ngarang," jelas Riana.
"Itu sudah dari sananya, dari Amerika."
Alasannya berkaitan dengan keamanan. Setiap ketukan stik pada lagu-lagu seperti "Vampire Refugees" atau "Abrakadabra" sudah dirancang khusus untuk melatih otot tertentu. Koreografinya sudah diteliti. Makanya, instruktur dilarang keras mengganti lagu atau mengarang gerakan seenaknya di sesi inti. Mereka harus punya sertifikasi resmi, yang menjamin kualitas dan keamanan gerakan yang diajarkan.
Nah, di sinilah keunikan lagu "Putri Iklan" muncul.
"Nah kalau Putri Iklan itu cooling down," ujar Riana. "Itu adalah satu-satunya lagu di seluruh setlist-nya Pound yang boleh dimodifikasi."
Bagian ini jadi semacam ruang bermain. Instruktur bisa memasukkan sentuhan lokal memilih lagu Indonesia yang pas agar lebih nyambung dengan peserta. Momen inilah yang sering paling ditunggu dan penuh tawa.
Menariknya, pemilihan lagu bisa jadi indikator sederhana buat peserta. Ini cara ngecek apakah instrukturnya benar-benar bersertifikat atau tidak.
"Makanya yang boleh ngajar di Pound hanya yang certified," tegas Riana. "Karena yang certified dan member bulanan saja yang bisa tahu koreonya. Jadi enggak boleh ngarang sendiri."
Ia pun memberi tips. "Kalau ada yang pakai lagu aneh di sesi utama, kita sudah tahu 'oh itu pasti enggak certified instrukturnya'. Ketahuan banget."
Jadi, lagu penutup yang seru itu bukan tanpa makna. Seperti yang Riana tutupkan, itu adalah ruang kreativitas kecil yang diberikan sistem Pound Pro global. Sebuah sentuhan personal di akhir latihan yang melelahkan namun menyenangkan.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan