Untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, emas berhasil menggeser obligasi pemerintah Amerika Serikat. Ya, logam kuning itu kini resmi menjadi aset cadangan terbesar di dunia. Pergeseran bersejarah ini, menurut laporan terbaru, didorong oleh dua hal: harga yang meroket dan sikap agresif bank sentral berbagai negara.
Data dari World Gold Council (WGC) yang dirilis Jumat (9/1/2026) menyebutkan, nilai total emas yang disimpan di brankas bank sentral global nyaris menyentuh angka 4 triliun dolar AS. Kalau dirupiahkan, jumlahnya fantastis: sekitar Rp67 ribu triliun.
Angka itu sedikit lebih tinggi ketimbang nilai obligasi pemerintah AS yang mereka pegang, yang 'hanya' USD3,9 triliun. Terakhir kali emas unggul seperti ini adalah way back in 1996. Cukup lama juga, ya.
Momen peralihan ini nggak datang tiba-tiba. Ia berjalan beriringan dengan reli harga emas yang benar-benar gila-gilaan. Baru-baru ini, harga sempat menembus level psikologis USD4.500 per ons. Dan itu bukan akhir cerita.
Sepanjang 2025, emas tercatat melesat hampir 70 persen. Bayangkan! Ketegangan geopolitik di sana-sini, ditambah kekhawatiran soal kondisi fiskal beberapa negara besar, membuat investor berduyun-duyun mencari pelindung. Emas, dengan reputasinya sebagai safe-haven, jadi pilihan utama.
Dan trennya masih berlanjut. Di minggu pertama 2026 saja, harga sudah naik lagi 3,6 persen. Sepertinya emas masih punya tenaga.
Yang menarik, bank sentral seolah tutup mata dengan harga tinggi itu. Mereka justru terus memburu emas batangan. WGC memperkirakan, pembelian bersih mereka tahun 2025 bisa tambah lagi sekitar 1.000 ton. Jumlah yang sangat besar.
Bagi banyak pengamat, ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Ini adalah pergeseran struktural yang serius. Bank sentral dunia tampaknya mulai mengurangi ketergantungan pada aset berdenominasi dolar, lalu beralih secara masif ke emas. Sebuah perubahan landscape keuangan global yang patut dicermati.
Artikel Terkait
BRIN Minta Maaf Usai Unggah Gambar Garuda Pancasila Diduga Hasil AI saat Peringatan Hari Lahir Pancasila
SoftBank Salip Toyota sebagai Perusahaan dengan Valuasi Terbesar di Jepang
PNM Kumpulkan 17 Ton Pakaian Layak Pakai untuk Disalurkan ke Panti Asuhan dan Lansia
KPK Periksa Puluhan Petinggi Forwarder di Sejumlah Pelabuhan untuk Ungkap Suap Impor Bea Cukai